Jawa Timur akan Hidupkan Jalur Kereta Peninggalan Belanda

0
787
Seorang pekerja melintas tak jauh dari gerbong kereta api yang akan diangkut mengunakan kapal di Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/7). Pemerintah Jawa Timur berencana menghidupkan kembali jalur-jalur kereta menuju pelabuhan.(FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat)
Seorang pekerja melintas tak jauh dari gerbong kereta api yang akan diangkut mengunakan kapal di Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/7). Pemerintah Jawa Timur berencana menghidupkan kembali jalur-jalur kereta menuju pelabuhan.(FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat)

Surabaya – (suaracargo.com)

Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jawa Timur akan mengaktifkan kembali jalur kereta api dari dan ke pelabuhan.

“Kami sedang membahas reaktivasi atau pengaktifan kembali jalur kereta api menuju pelabuhan yang selama ini sebenarnya sudah ada,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jawa Timur Wahid Wahyudi di Surabaya, Minggu (20/09/2015).

Pengaktifan kembali jalur kereta api dari dan ke pelabuhan ditujukan untuk memperlancar pengiriman barang dan mengurangi beban jalan raya.

“Dengan menggunakan kereta api maka turut mengurangi beban di jalan, sekaligus tak semakin membuat jalan semakin macet karena truk-truk bermuatan berat lewat,” katanya, seperti dilansir situs berita antaranews.com.

Saat ini, dia menjelaskan, pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia masih menginventarisasi rel-rel kereta yang ada di jalur menuju ke pelabuhan.

Kereta api tersebut nantinya antara lain akan melintasi Pelabuhan Tanjung Perak dan Teluk Lamong di Surabaya, Pelabuhan Gresik, dan Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo.

Pemerintah daerah, menurut Wahid, selanjutnya juga akan memadukan jalur-jalur kereta menuju pelabuhan.

“Sekarang inventarisasi di kabupaten/kota yang memiliki pelabuhan. Kemudian rel kembali diaktifkan dan pengiriman barang melalui kereta api segera terwujud,” katanya.

Wahid juga mengatakan, jalur-jalur kereta menuju pelabuhan sudah ada dan digunakan untuk mengangkut barang dan penumpang sejak zaman Belanda.

“Belanda sudah meninggalkan perencanaan transportasi dengan baik. Tapi saya tidak tahu mengapa tidak dimanfaatkan. Makanya sekarang kami reaktivasi lagi agar proses transportasi berjalan lancar,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here