Jelang Akhir Tahun, Angkutan Barang di Pelabuhan Tanjung Mas Meningkat

0
246
Kran peti kemas yang sedang memuat peti kemas ke kapal di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang (id.wikipedia.org/wiki/Kran_peti_kemas)

Jakarta – (suaracargo.com)

Angkutan barang di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah menjelang akhir tahun terus meningkat. Kondisi itu karena para pengusaha mengejar target akhir tahun untuk pengiriman barang melalui jalur darat.

Ketua Dewan Perwakilan Cabang Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Tanjung Emas Semarang, Supriyono, mengatakan, lalu lintas truk yang lewat kian meningkat menjelang tutup tahun, khususnya kontainer yang melintas di pantura.

“Pengiriman barang terus meningkat baik ekspor maupun impor via Pelabuhan Tanjung Emas, meningkat tajam hingga 20 persen dari 10 ribu armada yang masuk dan keluar di hari biasa, sehingga kerja dari armada truk juga semakin berat, serta tidak boleh membawa beban melebihi batas tonase yang di tetapkan,” ujarnya, Senin, 25 Desember 2017.

Dari aturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), truk tidak boleh melewati sejumlah ruas tol seperti Bawen-Salatiga, namun secara umum tidak ada larangan untuk melewati jalan utama yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Namun, para pengusaha truk diimbau untuk tidak melewati jalan yang rawan kemacetan, seperti tempat wisata dan pusat keramaian, dan jika terjadi macet yang cukup panjang, armada harus minggir serta melanjutkan perjalanan pada malam hari.

“Aturan ini sudah ditetapkan sejak 22 Desember kemarin sampai 30 Desember, selain itu untuk anggota dari Aptrindo sebanyak 800 armada truk yang semuanya beroperasi di akhir tahun ini,” kata Supriyono, seperti dilansir tempo.co.

Sementara itu, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Mas, Ahmad Wahid, menjelaskan bahwa saat ini pelabuhan memang sedang fokus pada kapal penumpang sehingga untuk lalu lintas barang kurang mendapat perhatian. Untuk itu, ia mengimbau agar seluruh pengusaha truk untuk terus tertib menjalankan aturan bongkar muat yang telah ditetapkan.

“Untuk keluar masuk kendaraan memang terus meningkat, sehingga para pengusaha truk harus memperhatikan aspek keselamatan, bukan hanya truk yang diurus namun juga para driver yang mengemudi,” tuturnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here