Jelang Hari Raya, United Parcel Service dan FedEx Corp Tolak Kirim Barang

0
394

Jakarta – (suaracargo.com)

Dua perusahaan ekspedisi terbesar Amerika Serikat mulai membatasi jumlah pengiriman barang melalui layanan ekspres udara di musim natal dan tahun baru. United Parcel Service (UPS) dan FedEx Corp lebih memilih untuk menyetop order ketimbang gagal mengirimkan barang secara tepat waktu.

UPS dan FedEx tahun ini sudah mengingatkan perusahaan-perusahaan ritel langganannya untuk hanya menitipkan barang dalam jumlah tertentu di detik-detik akhir menjelang natal. Kedua perusahaan ini tidak ingin kasus tahun lalu terulang kembali, di mana banyak konsumen tidak bisa menerima hadiah natal tepat waktu. “Semakin dekat dengan musim puncak, pengiriman juga semakin banyak. Pelabuhan akan kelebihan barang,” demikian ujar Bonny Harrison, juru bicara FedEx, sebagaimana dilansir monexnews.com. Oleh karena itulah FedEx tidak mau menerima barang lagi apabila volume pengiriman sudah penuh.

Sementara itu, juru bicara UPS menegaskan bahwa operasional perusahaan berjalan seperti biasa. Sama seperti FedEx, UPS sudah sejak lama menyatakan tidak mau menerima pengiriman barang apabila sistem mereka sudah overload. Kalaupun benar-benar mendesak, mereka mengharuskan konsumen membayar lebih supaya barangnya benar-benar bisa dikirim.

Pada musim yang sama tahun lalu, beberapa perusahaan ekspedisi menjadi kambing hitam atas keterlambatan tibanya paket-pekat hadiah natal dan tahun baru ke tangan para konsumen. Penyebabnya, jasa kurir mengalami kelebihan muatan karena beberapa toko online memberikan diskon besar-besaran di detik-detik akhir jelang hari raya. Sebanyak 2 juta paket, yang seharusnya dikirim secara ekspres agar bisa sampai tepat waktu, gagal terkirim ke tujuan di saat malam natal.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here