Jepang Berterimakasih Atas Perpres Pelabuhan Patimmban

0
193
ilustrasi pelabuhan (sindonews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Ada misi khusus dalam kunjungan Duta Besar (Dubes) Jepang menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Selain memberikan hibah ke Kementerian PUPR, Jepang juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pelabuhan Patimban.

Dalam Perpres Nomor 47 tahun 2016 tentang Penetapan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, disebutkan bahwa proyek tersebut ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional dan Presiden Joko Widodo mengizinkan empat sumber pembiayaan untuk membiayai pembangunan pelabuhan itu.

Dalam pasal 3 ayat 1 Perpres tersebut disebutkan, pembiayaan penyelenggaran Pelabuhan Patimban dapat bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), pinjaman dan/atau hibah dari luar negeri, kerja sama pemerintah dan badan usaha, serta sumber lainnya yang sah.

Promo CSMCARGO Ramadhan

“Jadi, Dubes ke sini sebagian menindaklanjuti kunjungan Presiden ke Jepang kemarin. Ada tiga hal yang dibicarakan, salah satunya menginformasikan bahwa Jepang berterima kasih sudah ada Perpres soal pembangunan Pelabuhan Patimban sebagai pengganti Cilamaya,” kata Basuki di kantornya, Kamis 23 Juni 2016.

Ia menjelaskan, dalam pembangunan Pelabuhan Patimban, pihaknya mempunyai peran dalam menyelesaikan akses jalan ke Pelabuhan Patimban. Pada saatnya nanti, kata Basuki, akan ada akses jalan dari Tol Cipali ke Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Subang, Jawa Barat tersebut.

“Jadi, tugas PU adalah bagaimana akses ke Pelabuhan. Kemarin, pak Dirjen Hermanto Dardak sudah meninjau ke sana akses yang harus dibangun dari Cipali ke Patimban,” katanya, seperti dilansir viva.co.id.

Selain itu, kata Basuki, dalam kunjungan tersebut pihak Jepang juga memberikan masukan kepada pihaknya terkait dengan modernisasi jalur kereta Jakarta-Surabaya. Kecepatan kereta di jalur ini, menurut pihak Jepang, bisa ditingkatkan hingga 130 kilometer per jam.

“Lalu, pembicaraan Presiden soal modernisasi jalur kereta Jakarta-Surabaya, sehingga bisa meningkatkan kecepatan yang 60-80 km per jam bisa 100 sampai 130 km per jam. Caranya, ternyata mengurangi persimpangan sebidang antara jalan raya dan kereta api,” tutur Basuki.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY