Jepang Ingin Pelabuhan Cilamaya Segera Dibangun

0
152
peta Cilamaya (kompas.com)
peta Cilamaya (kompas.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Duta Besar Kerajaan Jepang untuk Indonesia, Tanizaki Yasuaki, berharap pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Karawang, Jawa Barat bisa segera direalisasikan. Untuk membangun pelabuhan itu, kata Dubes, Negeri Sakura telah membenamkan investasi yang tidak sedikit.

Demikian ungkap Tanizaki yang ditemui oleh VIVAnews di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan. Menurut Tanizaki, proyek pembangunan pelabuhan itu sangat sesuai dengan prioritas Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan sektor maritim sebagai ujung tombak. Di tiga KTT di luar negeri, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa dia ingin membangun puluhan pelabuhan baru.

“Memang ada dua kesulitan yang dihadapi untuk merealisasikan pembangunan pelabuhan itu. Pertama, soal pembebasan lahan dan kedua, adanya keluhan dari PT Pertamina bahwa operasional mereka akan terhalangi jika pelabuhan itu dibangun,” kata dia.

Terkait dengan pembebasan lahan, negosiasi dengan penduduk sekitar masih terus berlanjut. Oleh karena itu, mantan Duta Besar Jepang untuk Vietnam itu juga meminta dukungan dari Pemerintah RI untuk menuntaskan isu pembebasan lahan.

“Sementara untuk keberatan PT Pertamina, kami mulai bisa memecahkan isu tersebut, dengan mencari jalur yang tidak akan menganggu operasional perusahaan tersebut,” imbuh dia.

Kekhawatiran lainnya adalah adanya kompetisi dan persaingan antara Pelabuhan Cilamaya dengan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun, Tanizaki telah diberikan jaminan oleh Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan, tidak akan ada persaingan semacam itu.

Proyek pembangunan Pelabuhan Cilamaya seharusnya direalisasikan di akhir kepemimpinan mantan Presiden SBY. Namun, hal itu urung dilakukan, karena terkendala beberapa hal. Padahal proyek itu bernilai Rp14,9 triliun.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bapenas memprediksi, jika dapat diwujudkan, pelabuhan itu bisa mendatangkan pemasukan ke kas negara senilai Rp700 triliun dalam 25 tahun ke depan. Namun, PT Pertamina khawatir pembangunan itu akan mengganggu pipa-pipa mereka yang terbenam di area itu.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY