KA Batubara Tidak Didukung Bappenas

0
416

Jakarta – (suaracargo.com)

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tegas tidak mendukung pembangunan rel kereta api di Kalimantan Tengah. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menilai langkah itu selaras dengan visi-misi Presiden Joko Widodo untuk memprioritaskan penggunaan batubara bagi kepetningan nasional, bukan ekspor.

“Secara prinsip, Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) saat ini tidak mendukung proyek KA (Kereta Api) batubara yang hanya akan mengeksploitasi cadangan batubara” kata Andrianof Chaniago, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Ketua Bappenas, saat konfirmasi, Senin (8/12), sebagaimana dilansir harian Kompas hari Selasa, tertanggal 9 Desember 2014.

Pihaknya sedang mempelajari status hukum kontrak investasi proyek itu. Menurut rencana, megaproyek itu akan membangun 460 kilometer (km) dari Kabupaten Murung Raya hingga kabupaten Kapuas. Selain untuk transportasi umum, jalur itu juga untuk memudahkan distribusi batubara dari tambang ke pelabuhan (Kompas, 29/8).

Kepala Unit Kajian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Pius Ginting, mengatakan pihaknya telah memperoleh komitmen itu saat beraudiensi dengan Adrianof Chaniago, 4 Desember 2014. Audiensi diikuti oleh Direktur Walhi Abetnego Tarigan dan pengurus Walhi.

Pius mengatakan, audiensi itu salah satunya untuk menanyakan kelanjutan pembangunan rel kereta api di Kalimantan Tengah (Kalteng). Proyek itu dinilai Walhi akan menghancurkan hutan yang tersisa di Kalteng dan mempercepat pemborosan sumber daya alam (SDA) batubara untuk ekspor.

“Sangat ironis, saat sebagian daerah masih byar-pet, kita obral batubara memenuhi kerakusan konsumsi luar negeri”, katanya.

Menurut Pius, hal itu sejalan dengan visi misi Joko – Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla yang menyatakan pengutamaan batubara dan gas untuk menignkatkan produksi listrik dalam negeri guna melayani kebutuhan rumah tangga dan industri. Dengan tidak mencantumkan pembangunan rel kereta api Kalteng dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015 – 2019, proyek ini tidak didukung pemerintah pusat, termasuk tidak disertakan dalam daftar kemitraan pemerintah dan swasta.

Menurut Abetnego, hutan yang tersisa di Kalteng terancam jika rel kereta api itu dibangun. Selama ini, hutn di Utara Kalteng terlindung dari ekspansi batubara karena lokasinya sangat jauh, sekitar 500 km dari Pantai Selatan Kalimantan.

Logistik dan bahan tambang pun akan sulit dibawa ke luar melalui transportasi sungai. Di dalam hutan itu banyak penduduk tradisional yang hidupnya tergantung pada alam, di antaranya berburu di hutan untuk
mendapatkan makanan dan sangat tergantung pada sungai.

Arie Rompas, Direktur Walhi Kalteng, menyebutkan Kalteng, khususnya bagian utara, seperti Murung Raya, memiliki kerapatan penduduk 4 orang per kilometer. Karena itu, mobilitas warga tidak butuh frekuensi massif, seperti pembangunan rel kereta. Dengan begitu, rel kereta yang dibangun akan lebih memfasilitasi pengambilan batubara kee luar negeri dan mendorong pembukaan hutan.

Tanggapan Gubernur

Dimintai pendapat terkait hal itu, Gubernur Kalteng Teras Narang menyatakan akan mengklarifikasinya. Sebab, menurut dia, hal itu bertentangan dengan pernyataan Presiden Jokowi.

“Apa yang disampaikan menteri itu bertentangan dengan apa yang Bapak Presiden sampaikan kepada saya saat di Pangkalan Bun. Saya tetap berpegang pada persetujuan yang disampaikan Bapak Presiden kepada saya, yaitu melanjutkan pelaksanaan proyek yagn sudah berjalan sejak 2007 itu” kata Teras.

Ia menambahkan, dirinya akan meminta klarifikasi soal itu karena persiapan Kalteng dan tim Bappenas sudah sampai tahap menetapkan pemenang tender. “(Proyek pembangunan rel) Itu adalah salah satu pengendalian atas pemanfaatan SDA di Kalteng. Itu juga sangat membantu pendistribusian kebutuhan rakyat Kalteng, baik BBM maupun pengangkutan penumpang, karena jauh lebih efisien dan efektif” ungkapnya.

Presiden datang ke Pangkalan Bun, Kalteng, Jum’at (5/12), untuk menutup Apel Komandan Satuan Terpusat Se-Indonesia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here