Kabinet Baru Terbentuk, ALI Masih Pesimis Bisa Turunkan Biaya Logistik

0
203
Rangkaian Kereta Barang - tribunnews.com
Rangkaian Kereta Barang – tribunnews.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Pengumuman menteri kabinet Jokowi-Jk telah diumumkan. Namun demikian, kalangan pengusaha logistik masih pesimis dengan Kabinet Kerja tersebut. Para pengusaha logistik masih mempertanyakan, apakah para menteri tersebut mampu memajukan logistik di Indonesia.

“Saya cukup pesimis apakah Indonesia bisa menurunkan harga logistik. Pasalnya, menteri pilihan Jokowi tidak ada yang pengalaman dan ahli dalam mengurusi logistik,” ujar Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldi Masyta, sebagaimana dilansir jurnalmaritim.com.

Ia menjelaskan bahwa Menteri Perhubungan 2014-2019, Ignasius Jonan, walaupun selama ini dikenal berhasil memperbaiki PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk penumpang, tapi belum berhasil mengurusi distribusi logistik menggunakan kereta api.

“Saya masih pesimis dengan Menhub yang sekarang. Bapak Jonan membuat KAI logistik, tapi tdk berhasil menurunkan biaya logistik. Kalau kita lihat, biaya transportasi di Pulau Jawa, sarana transportasi logistik kereta api dengan truk itu, masih lebih mahal menggunakan kereta api,” ungkapnya.

Namun, lanjut Zaldi, dengan sudah ditetapkannya nama menteri di pos-pos kementerian, Kabinet Kerja Jokowi diharapkan bisa bekerja dengan lebih baik sehingga memungkinkan harga logistik di Indonesia terus menurun.

Selain itu, Kabinet Kerja diharapkan juga dapat memberikan kesempatan luas bagi pengusaha swasta nasional untuk berpartisipasi mengembangkan infrastruktur logistik. BUMN yang selama ini memopoli pengembangan infrastruktur telah terbukti gagal menurunkan biaya logistik.

“Diharapkan Menhub yang baru tidak membuat kebijakan baru yang membingungkan pelaku usaha logistik. Karena, untuk menyukseskan dan menurunkan harga logistik nasional, Menhub yang baru tinggal melanjutkan program Sistem Logistik Nasional (Sislognas). Karena, kajian terkait logistik semuanya udah ada di sana. Tinggal eksekusinya saja yang belum dilakukan oleh Pemerintah,” tutup Zaldi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY