Kabupaten Belitung Timur Butuh Pelabuhan Baru

0
224

 

ilustrasi pelabuhan (koran-sindo.com)
ilustrasi pelabuhan (koran-sindo.com)

Belitung – (suaracargo.com)

Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tengah merencanakan pembangunan pelabuhan umum. Berdasarkan wacana awal, terjadi dua perencanaan pemilihan lokasi, yaitu di daerah Dendang dan Lilangan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas 1 Manggar, Kapten Bintang Novi mengakui bahwa pelabuhan Manggar saat ini sudah tidak bisa beroperasi. Hal ini dikarenakan pendangkalan alur yang sangat cepat.

Namun lanjutnya, Kabupaten Beltim tetap butuh sebuah gerbang masuk kapal. Untuk pengembangan sebuah wilayah, lanjutnya, dibutuhkan sebuah gerbang masuk dan pelabuhan merupakan gerbang laut.

“Sekarang kan baru sebatas pelabuhan khusus (pelsus) sedangkan pelabuhan umumnya belum. Padahal itu perlu sekali. Kalau pintunya sudah dibuka orang pasti bertanya bagaimana cara masuknya. Sekarang bagaimana orang masuk kalau pintunya tidak ada. Lalu pelabuhan juga bisa mendukung sisi pariwisata juga,” jelasnya kepada posbelitung.com, Rabu (25/9/2015).

Lokasi yang sangat strategis dan cocok untuk membangun pelabuhan umum tersebut menurutnya terdapat di dua titik, yaitu daerah Dendang dan Lilangan. Namun, menurut penilaiannya, Lilangan punya potensi lebih dari segi kedalaman dan kondisi geografis.

“Itu baru penilaian sepintas saja, tapi kami tetap menunggu dari pihak pemda untuk penyerahan wilayah mana yang bisa dipakai, karena KUPP tidak punya kuasa lahan,” bebernya.

Sedangkan untuk wilayah Dendang, lanjutnya, memang dari Fisibility Study (FS) sudah selesai, sampai pada rencana induk pelabuhan (RIP). Tetapi dari maksimal draft hanya sebatas tiga sampai empat meter. Ditambah panjang trestel sampai alur sekitar 500 meter.

“Kalau Lilangan itu kedalamannya bisa mencapai delapan meter dan alurnya tidak terlalu jauh. Tapi kami tetap butuh dukungan dari pemda,”
katanya.

Daerah Lilangan memang belum masuk dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Beltim sehingga butuh proses panjang untuk tahap awal. Namun Kapten Bintang berpendapat, waktu bukanlah hal menjadi persoalan, tapi lebih kepada hasil dan tujuannya.

Ia mengakui untuk membangun pelabuhan butuh lokasi yang sangat strategis dan KUPP menunggu rekomendasi dari pemda. Setelah lokasi siap tinggal menyusun syarat-syarat yang dibutuhkan seperti FS, amdal, penentuan lokasi (penlok) dan lainnya. Kemudian nantinya pemda dan KUPP bekerja sama untuk meminta bantuan kepada pemerintah pusat.

Menurut pemikirannya, jika hanya bergantung pada sumber daya alam, suatu saat pasti akan habis. Kata dia, Beltim butuh solusi untuk pengembangan wilayah agar tetap eksis tanpa berharap pada SDA saja.

Selaku Kepala KUPP yang baru, Kapten Bintang mengajak seluruh unsur SKPD terkait dan pemda untuk sama-sama membangun Beltim. Lalu pelabuhan adalah langkah awal sebagai pintu masuk dari sisi perairan.

“Ini semua kan untuk kemajuan Beltim, jadi marilah kita jalan sama-sama. Kalau sekarang kan gimana, pelabuhan umum saja tidak ada,” tegasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY