Kabut Asap Ancam Kelangsungan Bisnis Pengiriman Barang

0
388
Suasana Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau dengan latar kabut asap, Kamis (10/9/2015).
Suasana Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau dengan latar kabut asap, Kamis (10/9/2015).

Pekanbaru – (suaracargo.com)

Pengusaha jasa pengiriman barang di Riau terancam bangkrut karena tebalnya kabut asap mengganggu aktivitas penerbangan Pekanbaru.

Ketua Asosiasi Jasa Pengiriman Eksres Korwil Sumatra I Yana Mulyana mengatakan, empat ton barang menuju Pekanbaru tertahan setiap hari. Dia mengasumsikan, jika harga pengiriman 1 kilogram barang Rp25.000, perusahaan merugi Rp100 juta per hari.

“Semua barang terlambat, semua konsumen komplain. Kalau kabut asap masih ada satu bulan lagi, kami akan gulung tikar,” katanya, Kamis (17/9/2015).

Meski pengiriman barang terganggu, pengusaha jasa pengiriman harus tetap mengeluarkan biaya operasional, seperti membayar gaji karyawan dan lainnya. Selain itu, pengusaha juga harus menerima komplain dari pihak konsumen.

Yana mencontohkan, komplain dari pihak Dinas Kesehatan. Beberapa minggu terakhir, pengiriman obat dan kebutuhan medis selalu terlambat.

Hingga kini, 7.000 ton masker masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta. Karena kabut asap, masker itu belum bisa diterbangkan ke Pekanbaru.

“Padahal, masyarakat Riau sedang membutuhkan masker,” katanya, seperti dilansir bisnis.com.

Untuk mengatasi hal ini, pengiriman barang terpaksa dialihkan melalui jalur darat. Akibatnya, barang kiriman itu akan terlambat sampai ke tujuan.

Hercules

Airport Duty Maneger Bandara Sultan Syarif Qasim II Pekanbaru, Ibnu Hasan, mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa, jika kabut asap mengganggu jarak pandang. Pesawat lebih baik tidak mendarat, demi keselamatan penumpang.

Menurutnya, pengusaha jasa pengiriman bisa berkoordinasi dengan TNI AU untuk menggunakan Pesawat Hercules, karena TNI AU dapat mendaratkan Pesawat Hercules, meski jarak pandang di bawah 1 kilometer.

“Alat kesehatan dan masker, serta kebutuhan mendesak lainnya bisa diterbangkan dengan Pesawat Hercules,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Riau mencatat 408 penerbangan Pekanbaru yang dibatalkan, 201 penerbangan ditunda26 penerbangan dialihkan, dan empat penerbangan return (kembali ke bandara) sejak 26 Agustus 2015 hingga Rabu (16/08/2015).

Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Provinsi Riau Eddy Sukiatnadi mengatakan pihak Bandara Sultan Syarif Kasim II mengalami kerugian Rp1,5 miliar karena kabut asap.

“Kerugian itu belum termasuk kerugian dari masing-masing maskapai. Sementara untuk kerugian air navigation, kita mencatat kerugian Rp200 juta,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here