KADIN: Tarif Pelabuhan di Indonesia Masih Mahal

0
376
ilustrasi pelabuhan (koran-sindo.com)
ilustrasi pelabuhan (koran-sindo.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, pelabuhan di Indonesia masih menerapkan tarif tinggi, sehingga kondisi ini memberatkan pengusaha. Padahal, Presiden Jokowi ingin tarif logistik menjadi murah. Menurut Wakil Ketua Umum Kadin bidang Logistik Carmelita Hartoto, penyebab mahalnya tarif di sana adalah karena pelabuhan masih menetapkan tarif dalam dollar AS, untuk kemudian dirupiahkan.

Untuk saat ini, menurutnya, ketika kurs rupiah sangat murah di mata dolar AS, tarif pelabuhan menjadi sangat mahal. “Ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah harus turun tangan. Kalau tidak, biaya logistik di Indonesia akan tetap mahal,” kata Carmelita, dalam keterangan tertulis yang dirilis di Jakarta, Selasa (29/9).

Carmelita menuturkan, skema tarif pelabuhan sekarang ini, di tetapkan mengikuti perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Kondisi ini, menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku bisnis logistik.

Setiap hari, lanjut Carmelita, penetapan tarif harus mencermati volatilitas dolar AS, dan bisa berubah dalam seminggu. “Pelemahan rupiah memang cukup besar mempengaruhi karena kita membutuhkan kepastian. Harusnya kalau jelas, terus mereka bisa bayar dengan rupiah. Maksudnya bukan penetapan tarifnya mengacu kepada dollar AS, bayarnya dikonversikan ke rupiah,” paparnya, seperti dilansir GATRAnews

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here