Kalimantan Utara Siapkan Pelabuhan Pesawan

0
496

Tanjung Selor – (suaracargo.com)

Infrastruktur pelabuhan merupakan urat nadi perekonomian suatu wilayah. Sebab volume barang yang keluar dan masuk terbilang lebih banyak dibandingkan moda transportasi lainnya. Apalagi jika keluar masuk barang dan penumpang bisa berjalan dengan lancar, dipastikan akan memberi dampak yang positif terhadap perekonomian.

Kalimantan Utara sedang menyiapkan proyek pembangunan pelabuhan yang dinamai Pelabuhan Pesawan. Letaknya berada di Pesawan, Desa Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Dua tahun terakhir ini, pemerintah provinsi (pemprov) tengah menyiapkan perencanaan seperti masterplan, feasibility study dan detail engineering design.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara, Taupan menjelaskan, sebelum memulai konstruksi di lapangan, akan dilaksanakan pembebasan lahan. Bulan Januari ini, instansinya sedang menyiapkan penunjukan tim apreasial. Tujuannya untuk mengukur standarisasi harga lahan yang akan dibebaskan.

“Kami membutuhkan lahan 60 hektar untuk membangun. Kami akan gunakan tim independen atau tim apreasial untuk memberi penilaian standarisasi harga lahan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada,” kata Taupan saat ditemui Tribun Kaltim (Tribunnews.com Network), Kamis (26/1/2017) di kantornya di Jalan Durian, Tanjung Selor siang.

Pengadaan lahan seluas 60 hektar itu diproyeksikan bisa tuntas tahun 2017 ini. Harapannya, pembangunan fisik pelabuhan bisa dimulai pada awal 2018 dan tuntas pada tahun 2020 atau maksimal tahun 2021 mendatang. Pelabuhan Pesawan didapuk menggantikan peran pelabuhan bongkar muat Kayan I di Jalan Jenderal Sudirman.

Pelabuhan Kayan I di bibir Sungai Kayan dinilai sudah tidak representatif sehingga perlu pengganti. Mengembangkan pelabuhan ini pun dirasa tak layak lantaran letaknya pas di kawasan kota.
Pelabuhan Pesawan juga memiliki karakteristik sama dengan Kayan I, berada di tepi sungai. Hanya saja, Pelabuhan Pesawan sedikit lebih jauh dari keramaian kota.

Pelabuhan ini akan mempunyai sisi perairan tempat sandar kapal sepanjang 350 meter. Dibandingkan Pelabuhan Kayan I hanya kurang lebih 75 meter.
“Bisa bersandar maksimal 4 kapal sekaligus,” ujarnya, seperti dilansir tribunnews.com.

Dengan eksisting yang demikian, kelancaran pergerakan keluar masuk barang dipastikan bisa lebih cepat. Sisi perairan Pelabuhan Pesawan mencakup dermaga, strestle, causeway, dan corrugated concrete sheet pile (CCSP).

Sedang sisi daratnya akan dilengkapi fasilitas perkantoran seperti Bea Cukai, Syahbandar, Kantor Administrasi,dan Navigasi.
Termasuk pula fasilitas terminal penumpang, gudang, poliklinik, rumah dinas, koperasi, work shop, rumah ibadah, reservoar, lapangan penumpukan, tempat penyimpanan peti kemas dan kontainer 6 FT, termasuk area parkir.

Pelabuhan Pesawan akan berfungsi sebagai pelabuhan pengumpul yang akan melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah menengah, termasuk sebagai tempat asal tujuan penumpang dan barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi.

Pelabuhan ini akan melayani rute pelayaran Tanjung Selor-Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), termasuk direncanakan melayani rute pelayaran Tanjung Selor-Pelabuhan Soekarno Hatta (Makassar).
“Ini menjadi bagian dari program tol laut juga. Supaya distribusi barang ke dalam dan ke luar juga makin lancar,” kata dia.

Taupan mengatakan, proyek fisik Pelabuhan Pesawan ditarget akan menelan dana Rp 250 miliar. Rencananya, pelabuhan ini akan dibangun dengan sistem multiyears atau tahun jamak, mulai tahun 2018 mendatang.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here