Kantor Pos Kudus Mulai Kebanjiran Order Pengiriman Barang

0
66
Petugas Kantor Pos Kudus tengah menata barang yang akan dikirim, Rabu (23/5/2018). Tribun Jateng/Rifqi Gozali

Kudus – (suaracargo.com)

Kantor Pos Kudus mulai kebanjiran pengguna jasa pengiriman barang. Sudah sejak satu bulan, pengiriman barang dari Kantor Pos Kudus mengalami lonjakan.

Manajer Marketing Kantor Pos Kudus Pujiyanto mengatakan, pengiriman barang pada bulan April 2018 mulai mengalami kenaikan daripada bulan sebelumnya. Peningkatan yang terjadi mencapai 48 persen.

“Pada bulan April pengiriman sudah mencapai 57.873 barang. Ini meningkat 48 persen dari bulan sebelumnya, Maret,” kata Puji saat ditemui di kantornya, Rabu (23/5/2018).

Puji mengatakan, pada bulan Mei ini dipastiakan akan mengalami kenaikan jumlah pengirim barang. Hanya saja, pihaknya masih belum bisa menyebut angkanya karena rekapitulasi pengiriman barang baru dilakukan akhir bulan.

“Yang pasti ada kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Karena memang, kalau dilihat, mendekati lebaran ini lebih banyak pengirim barang. Utamanya dari olshopp,” kata Puji, seperti dilansir tribunjateng.com.

Kebanyakan barang yang dikirim dari Kudus ke daerah lain, kata Puji, dari mereka yang membuka usaha penjualan barang secara daring.

Terbukti, dari banyaknya kuantitas jasa pengiriman barang oleh Kantor Pos, kebanyakan barang yang dikirim berupa baju muslim dan jilbab dari para pegiat lapak daring.

“Banyaknya barang yang dikirim yaitu baju muslim dan jilbab. Kudus ini bagus olshop-nya. Hampir setiap hari ada yang mengirim barang,” katanya.

Puji bertutur, sampai saat ini masih belum ada pelanggan yang memanfaatkan jasa pengiriman barang untuk mengirimkan makanan.

Sedangkan pelayanan lainnya yang bisa dinikmati oleh pelanggan Kantor Pos Kudus, yakni nagi mereka yang akan kirim barang bisa dijemput tanpa harus datang ke Kantor Pos.

Hanya dengan menghubungi 1500 117 maka akan ada petugas dari Kantor Pos yang datang untuk mengambil barang yang akan dikirim. Sementara transaksi pembayaran juga bisa dilakukan seketika itu saat barang diambil oleh petugas.

“Secara hitungan akumulasi satu bulan, kok ada yang habis sampai Rp 50 juta untuk pengiriman, maka kami tawarkan diskon 10 persen. Bahkan ada yang sampai Rp 150 juta biaya pengiriman satu bulan,” katanya.

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here