Kapal Peti Kemas dari Port Klang Singgah di Pelabuhan Krueng Geukueh Untuk Pertama Kalinya

0
538
Harian Aceh | Junaidi HanafiahSEPI: Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar hingga saat ini masih sepi dikunjungi oleh kapal-kapal barang. Meskipun di Aceh terdapat dua pelabuhan international, pelabuhan Malahayati dan pelabuhan Krueng Geukuh, namun hasil alam Aceh masih dijual ke pengusaha di Medan, Sumatera Utara. Foto direkam, Senin (9/1).
Harian Aceh | Junaidi HanafiahSEPI: Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar hingga saat ini masih sepi dikunjungi oleh kapal-kapal barang. Meskipun di Aceh terdapat dua pelabuhan international, pelabuhan Malahayati dan pelabuhan Krueng Geukuh, namun hasil alam Aceh masih dijual ke pengusaha di Medan, Sumatera Utara. Foto direkam, Senin (9/1).

Lhoksukon – (suaracargo.com)

Kapal pengangkut peti kemas (kontainer) dari Port Klang, Malaysia, Sabtu (14/3) sekitar 07.00 WIB, bersandar untuk pertama kali ke Dermaga Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Kapal ‘Adinda Celinna’ itu mengangkut sekitar 70 teus kontainer yang antara lain berisi barang pecah belah, suku cadang kendaraan, dan makanan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi, barang-barang tersebut baru akan dibongkar dalam beberapa hari setelah terlebih dulu diperiksa oleh pihak Bea dan Cukai. Sementara itu, di pelabuhan, sudah disediakan lokasi untuk penempatan kontainer itu sebelum diangkut keberbagai wilayah di Aceh melalui jalur darat.

General Manager PT Pelindo 1, I Wayan Wirawan mengatakan, kedatangan kapal kontainer itu menandakan semakin baiknya pertumbuhan ekonomi di Pelabuhan Krueng Geukueh. “Jika kapal kontainer sudah merapat, ekonomi daerah juga akan menggeliat,” ujarnya.

Dikatakan pula, pelayaran Krueng Geukueh-Port Klang akan berlangsung seminggu sekali. Karena itu, ia berharap agar kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh para eksportir di Aceh untuk beraktivitas melalui Pelabuhan Krueng Geukueh. Sebab, menurut Wayan, hal tersebut dapat memangkas biaya angkutan darat bila dibandingkan bila barang diekspor via Belawan, Sumatera Utara.

Sementara Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindagkop Aceh Utara, Anwar mengatakan, dibuka rute impor petikemas akan menjadi awal kebangkitan perekonomian Aceh. Sebab, hal itu dapat menghimpun barang dari Aceh untuk diekspor melalui Pelabuhan Krueng Geukueh. “Kami juga akan mempermudah eksportir dalam mengurus izin maupun berbagai dokumen lain,” ujar Anwar, sebagaimana dilansir aceh.tribunnews.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here