Kapal Roro Baru Perpendek Lalu Lintas Perdagangan Indonesia – Philipina

0
425
ilustrasi kendraan roda empat masuk kapal roro (oppmerak.dephub.go.id/)

Surabaya – (suaracargo.com)

Lalu lintas perdagangan Indonesia-Philipina kini semakin pendek dengan rencana peluncuran kapal feri a roll off/roll on (RoRo) dari Davao City (Mindanao)-General Santos menuju ke Pulau Bitung, Sulawesi Utara. Layanan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Brunei Darussalam – Indonesia Malaysia the Philippine East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA). Kapal RoRo tersebut mulai diluncurkan pada tanggal 30 April 2017.

Alma Argayoso, atase perdagangan dari Kedutaan Besar Filipina di Jakarta mengatakan, layanan kapal RoRo ini akan memperpendek jalur perdagangan dua negara. Sebelumnya, perdagangan Indonesia-Malaysia melewati Jakarta langsung ke Manila membutuhkan waktu 3 hingga 5 minggu.

Kini, dengan adanya kapal RoRo, pengiriman barang hanya membutuhkan waktu 1 hingga 1,5 hari dari Pulau Bitung menuju ke Davao. M / V super Shuttle RoRo 14, dioperasikan oleh Asian Marine Transport Corporation akan memberikan layanan pengiriman mingguan untuk rute dengan kapasitas kapal 100 Twenty Foot Equivalent Units (TEUs). Pembukaan layanan ini selain memperpendek jarak juga makin efisien karena biaya yang dibutuhkan jauh lebih rendah.

“Kalau sebelumnya membutuhkan biaya $2.200 per TEU. Dengan layanan kapal RoRo ini hanya butuh $700 per TEU,” terang Argayoso saat berkunjung ke kantor Harian Surya, Selasa (7/3/2017).
Dia mengatakan, pembukaan rute baru ini akan membuka peluang bagi pebisnis Indonesia dan Filipina bukan hanya di bidang perdagangan barang. Rute baru ini juga memungkinkan dilaksanakannya bentuk-bentuk kerjasama lain seperti perjanjian joint venture, skema produksi bersama, promosi pariwisata, pendidikan dan lain-lain .

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY