Kata Pemkot Cirebon Mengenai Pelarangan Batu Bara

0
189
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Cirebon, Rabu (3/12/2014). Terhitung mulai hari ini, Pelabuhan Cirebon disterilisasi dari orang yang tak berkepentingan, kendaraan, dan barang tanpa dokumen resmi. (tribunnews.com)

Cirebon – (suaracargo.com)

Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, menegaskan pihaknya masih mengikuti keputusan Pemerintah Pusat untuk masalah aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon yang sedang ditutup oleh Kementerian Perhubungan karena masalah amdal.

“Pemkot mengikuti apa yang telah diinstruksikan pusat dan terpenting rakyat saya jangan jadi korban,” kata Walikota Cirebon Nasrudin Azis di Cirebon, Selasa (29/3).

Aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon ditutup sementara karena ada sebagian warga Cirebon yang menolak. Selain itu, pihak Pelindo II Cabang Cirebon juga masih bermasalah tentang Amdal yang sudah kadaluarsa.

Asisten General Manajer Pengendalian Kinerja dan PFSO PT Pelindo II Cabang Cirebon Iman Wahyu menuturkan mengenai proses Amdal pihaknya sudah menyerahkan berkas rekomendasi revisi amdal kepada Walikota Cirebon Nasrudin Azis.

“Berkasnya sudah kita ajukan seminggu yang lalu, sekarang sudah sampai ditangan walikota dan semua keputusan ada ditangannya,” katanya, seperti dilansir republika.co.id.

Dalam prosesnya, jika revisi amdal tersebut bisa ditanda tangani oleh walikota untuk dilanjutkan ke proses selanjutnya, bukan tidak mungkin aktivitas bongkar muat batubara bisa dibuka kembali.

Nasrudin menuturkan, sampai saat ini pihaknya belum menandatangani rekomendasi mengenai Rencana Induk Pelabuhan (RIP) untuk pengembangan Pelabuhan. Dalam RIP tersebut, konsep adanya terminal batu bara di dalam area Pelabuhan Cirebon sudah dimasukkan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY