Kebijakan Tegas Kapolda Kalbar Hentikan Penyelundupan

0
462
Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Brigjen Arief Sulistyanto (detik.com)
Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Brigjen Arief Sulistyanto (detik.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Brigjen Arief Sulistyanto berlaku tegas bagi para penyelundup di perbatasan Entikong, Kalimantan Barat dengan Tebedu, Malaysia. Arief yang masuk menjadi Kapolda Kalbar sejak pertengahan 2014 lalu langsung menerapkan kebijakan zero suap, pungli, dan korupsi di wilayahnya termasuk di perbatasan.

Alhasil, kebijakan tegasnya ini berbuah pada lenyapnya para penyelundup. Arief menjabarkan, awalnya tak mudah melawan para mafia yang sudah ‘berkuasa’ sejak lama. “Saya coba mau disuap,” kata Arief saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (26/3/2015).

Bisnis penyelundupan ini memang menghasilkan laba yang sangat besar. Komoditas yang diselundupkan mulai dari gula hingga aneka barang lainnya. Truk-truk besar tak putus-putusnya mengangkut barang-barang selundupan itu dari Malaysia ke Entikong.

Saat meninjau lokasi perbatasan Rabu (25/3) Arief juga sempat menunjukkan jalur para penyelundup itu. Gula dan barang lainnya dibawa masuk ke Entikong kemudian diedarkan ke seluruh Indonesia. Barang selundupan tanpa cukai ini sangat merugikan negara.

Pihak kepolisian selain melakukan sosialisasi ke masyarakat di perbatasan, juga melakukan penindakan. S seorang oknum di Bea Cukai diangkut polisi. Pidana pencucian uang juga dikenakan pada S. “Truk-truk isu muatan itu kini tak ada lagi,” tegas mantan Dirkrimsus Bareskrim Polri ini.

Memang, lenyapnya aktivitas ilegal penyelundupan ini berimbas juga pada hilangnya pekerjaan kuli angkut barang. Namun Arief menegaskan, pemberantasan penyelundupan itu bukan hanya kepolisian. Peran serta pemerintah daerah juga sangat diperlukan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here