Kegiatan Ekspor Impor Menurun, Buruh Pelabuhan Krueng Geukuh Unjuk Rasa

0
256
ilustrasi pelabuhan (beritadaerah.co.id)
ilustrasi pelabuhan (beritadaerah.co.id)

Lhokseumawe – (suaracargo.com)

Sekitar 100 orang buruh bongkar muat Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, Rabu (9/9/2015) menggelar unjuk rasa di Kantor Bea dan Cukai Lhokseumawe. Para buruh mendesak agar Bea dan Cukai berperan lebih aktif untuk menghidupkan aktivitas pelabuhan ekspor-impor Krueng Geukuh.

Para buruh membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan agar Bea dan Cukai menghidupkan Pelabuhan Krueng Geukuh. Aksi itu dikawal puluhan personel Polres Lhokseumawe. Setelah 10 menit berunjuk rasa, tiga perwakilan buruh diterima Kepala Bea Cukai Lhokseumawe, Abdul Harris.

Sekretaris Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Deliansjah menyebutkan bahwa selama ini mereka bisa mendapat pekerjaan di pelabuhan karena ada kapal kayu yang melakukan aktifitas impor di Pelabuhan Krueng Geukuh.

Namun, sejak sebulan terakhir ini, kapal itu berhenti beroperasi. Penghentian operasi itu terjadi karena tersebar informasi terkait larangan masuk kapal kayu ke pelabuhan. Akibatnya, para buruh kehilangan pekerjaan.

Selain itu, para buruh meminta Bea dan Cukai mengizinkan kapal kayu masuk ke pelabuhan tersebut agar kegiatan ekspor impor di pelabuhan tetap berjalan.

Jika diduga terdapat barang ilegal yang diangkut kapal kayu itu, para buruh berkomitmen melaporkan barang ilegal itu ke pihak Bea dan Cukai Lhokseumawe.

Kepala Bea dan Cukai Lhokseumawe, Abdul Harris menyebutkan lembaganya tidak memiliki kewenangan melarang kapal masuk ke pelabuhan. “Melarang atau mengizinkan itu kewenangannya Syahbandar. Untuk memecahkan persoalan ini, kita akan duduk lagi dengan para eksportir dan importir,” pungkasnya, seperti dilansir kompas.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here