Keikutsertaan Perusahaan Belanda Bangun Pelabuhan Kuala Tanjung Tunggu Uji Kelayakan

0
192
Kuala Tanjung (bumn.go.id / industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Keikutsertaan perusahaan pelabuhan asal Belanda Port of Rotterdam dalam membangun Pelabuhan Kuala Tanjung Sumatera Utara tahap dua masih menunggu uji kelayakan (feasibility study/fs).

Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan Chandra Irawan menga?takan, studi kelayakan yang sudah ada akan dikaji ulang, untuk diperbaharui oleh Port of Rotterdam, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) I dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

“Kami masih membuat dan mempersiapkan FS dan itu review yang pernah dilakukan. Sekarang direview lagi FS oleh Pelindo dan kerja sama dengan PT SMI,” kata ?Chandra, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Chandra menuturkan, dari enam skenario yang ada dalam studi kelayakan pertama, ada satu skenario yang akan dibahas lagi. Skenario tersebut di antaranya pendanaan dari Pelindo, pemerintah atau bantuan dari luar negeri.

“Sudah membuat hasil enam skenario, cuma dari enam ada satu yang memungkinkan akan dibahas lagi.Sekarang yang dibahas skenario yang macam-macam, financing dari Pelindo, Pemerintah, ada yang dapat bantuan, harus dengan multilatteral,” jelas dia, seperti dilansir liputan6.com.

Sedangkan kepastian keterlibatan Port of Rotterdam dalam menggarap pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung tahap dua, menurut Chandra, masih menunggu penyelesaian studi kelayakan. Target penyelesaian studi kelayakan rampung pada tiga minggu ke depan.

“Tergantung hasil FS tadi.? Janji selesai tiga minggu, review FS. Karena kemarin belum tuntas,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pelindo I Iman AS? mengungkapkan, saat ini belum diketahui nilai investasi pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap dua, karena masih menunggu hasil studi kelayakan.

“Nilai investasi masih dihitung, oh ini masih bisa dioptimasi. Di FS masih berjalan, kami tidak bisa sekian,” tutur dia.

Iman mengungkapkan, pembangunan fisik proyek tersebut diperkirakan memakan waktu tiga tahun yang dimulai pada 2019. “2019 kontruksi InsyaAllah. Pembangunan 3 tahunan, kalau FS masih berproses sekira pertengahan tahun,” tutur Iman.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here