Kekhawatiran Pertamina Didukung Direktur Pelindo

0
217
Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II RJ Lino berbagi pikiran mengenai pentingnya inovasi pada Mandiri Chief Financial Officer (CFO) Forum di Jakarta, Senin (22/4/2013). - kompas.com
Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II RJ Lino berbagi pikiran mengenai pentingnya inovasi pada Mandiri Chief Financial Officer (CFO) Forum di Jakarta, Senin (22/4/2013).
– kompas.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Kekhawatiran PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ terhadap proyek Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, mendapat dukungan dari Direktur Umum PT Pelindo II, RJ Lino.

Menurut Communication and Relations Manager PHE ONWJ, Donna M Priadi, selain Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, pihaknya juga harus berseberangan dengan asosiasi otomotif, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta Indonesia National Shipowners Association (INSA).

“Tapi ada juga yang berpihak pada kami, yaitu Direktur Umum PT Pelindo II, RJ Lino. Karena apa coba? Karena New Priok, Kalibaru, baru saja dibangun,” kata dia kepada wartawan, Sabtu (11/10/2014).

Donna lebih lanjut menyebutkan bahwa peletakan batu pertama Kalibaru baru dilakukan pada tahun lalu. Pelabuhan Kalibaru diperkirakan bisa dioperasikan 3-4 tahun lagi. “Pak Lino bilang: Kenapa harus ada pelabuhan, padahal sudah ada Kalibaru?” ucap Donna menirukan Lino.

Menurut Lino, terang Donna, pelabuhan baru bisa dibangun setelah berjarak lebih dari 100 kilometer dari pelabuhan eksisting. Syarat lain, pelabuhan baru bisa dibangun, manakala kapasitas operasi pelabuhan eksisting sudah mencapai 80 persen.

“Sedangkan ini (Kalibaru), pelabuhannya belum jadi, ngapain bikin baru (Cilamaya)?” tukas Donna.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY