Kelancaran Tol Laut Terhambat Infrastruktur Pelabuhan

0
289
infografis Tol Laut (Pontianak Post)

Jakarta – (suaracargo.com)

Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Perhubungan, Kemenhub menemukan terdapat beberapa kendala dalam penyelenggaraan tol laut, terutama dalam infrastruktur pelabuhan di Indonesia Timur.

Hingga kini, setidaknya ada enam trayek telah beroperasi melalui tol laut sepanjang 2016. Enam trayek tersebut terdiri dari lima trayek ke Indonesia Timur dan satu trayek ke Natuna.

Salah satu kendala yang muncul adalah keadaan pada rute Tanjung Perak-Merauke (PP). Evaluasi pada rute ini terkait keberadaan angkutan bongkar muat. Kegiatan bongkar muat di pelabuhan Dobo dan Moa yang menjadi salah satu rute pelabuhan tol laut menjadi cukup lama.

“Tidak hanya itu, di pelaabuhan-pelabuhan ini juga tidak ada lahan untuk penumpukan kontainer, belum nanti kendaraan angkutnya juga tidak bisa besar,” kata? Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Bay Mokhamad Hasani ?di Kementerian Perhubungan, Kamis (17/11/2016).

Sementara di dermaga khususnya Pelabuhan Moa tidak cukup kuat untuk menahan beban kapal lebih dari 3.000 DWT. Di sini, kedalaman dermaga hanya cukup untuk draft di bawah 6 meter, jika surut kapal tidak bisa bersandar.

Kendala lain untuk rute ini adalah masih belum maksimalnya muatan balik kapal yang bersangkutan. “Untuk itu kita perlu peran serta BUMD, Pemerintah Daerah, BUMN bidang logistik dan stakeholder lainnya,” tutur dia, seperti dilansir liputan6.com.

Persoalan infrastruktur juga terjadi pada kapal tol laut dengan rute Pelabuhan Tanjung Perak-Timika (PP). Di pelabuhan Agats, dikatakan kapal tidak bisa menyinggahi pelabuhan karena kekuatan dermaga tidak cukup kuat untuk menahan beban kapal.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY