Kelanjutan Proyek Pembangunan Pelabuhan Malarko Masih Terkatung – Katung

0
160
Tiang Pancang Pelabuhan Malarko Karimun (foto: Istimewa / Tribun Batam)

Karimun – (suaracargo.com)

Meski sempat digadang-gadang bakal menjadi pelabuhan kargo terbesar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pelabuhan kargo Malarko di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing hingga kini tidak jelas nasibnya. Padahal, pembangunan pelabuhan tersebut sudah dimulai sekitar tahun 2008 lalu.

Bahkan, proyek multiyears dengan total nilai pagu anggaran sebesar Rp 225 miliar itu terkesan sia-sia. Padahal, anggaran APBN yang telah digunakan tidak kurang dari Rp 100 miliar.

Pemerintah Kabupaten Karimun menyebut proyek tersebut adalah murni proyek dari pemerintah pusat anggaran APBN tahun 2008.

Proyek pelabuhan kargo Malarko yang mangkrak sempat disentil Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungbalai Karimun, Rudi Margono. Rudi menyebut hal tersebut saat melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kejari Tanjungbalai Karimun dengan Pemkab Karimun, Jumat (15/4/2016) lalu.

“Pelabuhan Malarko itu mau diapakan? Itu bukan biaya sedikit loh. Itu lebih dari Rp 100 miliar loh, sampai sekarang ndak bermanfaat,” ujar Rudi, seperti dilansir batam.tribunnews.com.

Rudi juga menyebut proyek pelabuhan kargo yang berada di depan perairan Selat Malaka tersebut bukti dari buruknya perencanaan yang dilakukan.

“Itu segmen perencanaan dulu bagaimana? Masuk ke pelabuhannya begitu panjang, mungkin dari perencanaan kalau dihadapi lebih selektif bikin aja dari masuk ke laut ke yang dangkal sehingga jarak jembatan ke pelabuhan dalamnya tidak terlalu jauh,” kata Rudi lagi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY