Keluhkan Lamanya Waktu Bongkar Muat, Jokowi Ancam Copot Pejabat Terkait

0
339

 

foto: Intan/Setpres (detik.com)
foto: Intan/Setpres
(detik.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Presiden Joko Widodo mengeluhkan lamanya masa bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jokowi pun mengancam akan mencopot pejabat bahkan menteri terkait jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan.

“Saya ingin agar pelabuhan lebih cepat, lebih efisien dalam memberikan pelayanan kepada pemain-pemain, baik untuk impor maupun ekspor,” ujar Jokowi di Kantor Indonesia Port Corporation (IPC) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (17/6/2015).

Jokowi menegaskan, petugas IPC dan lembaga terkait harus optimal dalam memberikan pelayanan. Dia juga ingin agar dwelling time di Indonesia bisa lebih singkat.

“Urusan kita adalah urusan melayani. Urusan yang berkaitan dengan logging, trading, urusan-urusan yang berkaitan dengan, itu urusannya pemain bisnis. Sekali lagi kita sebagai institusi pemerintah baik kementerian lembaga. Saya hanya ingin, kita bisa mendekati tidak usai menyamai tapi mendekati dwelling time negara-negara tetangga kita karena kita seperti ini sudah lama,” kata Jokowi, seperti dilansir detik.com.

“Tadi ada yang disampaikan pada saya ada yang sehari, 3 hari tapi ada yang 20 hari bahkan 25 hari. Itu yang harus diselesaikan. Entah urusannya dengan karantina, urusan perdagangan, saya nggak mau tahu. Yang saya ingin mendekati negara-negara tetangga. Yang sudah saya hitung, nanti keefisienan itu ada angka yang tidak kecil, Rp 780 triliun,” tambah Jokowi lagi.

Jokowi juga mengaku, di sana dia hanya mendengarkan hal-hal yang baik saja dari petugas IPC. Bahkan dia pun sempat menanyakan ke petugas IPC, intstansi mana yang menyebabkan kelambatan administrasi, namun Jokowi tak mendapat jawaban.

“Saya sedang diceritain hal-hal yang baik-baik. Yang nggak baik. Saya tanya 3 kali tadi. Siapa yang paling lambat, instansi mana yang paling lambat. Untuk apa sih? Untuk kita perbaiki. Kita harus terbuka. Kalau bertanya nggak ada jawabannya, ya akan saya cari sendiri dengan cara saya,” kata Jokowi.

“Dan perlu saya sampaikan, kalau sudah sulit ya, pergi saja. Bisa saja Dirjennya saya copot, bisa saja pelaku di lapangannya saya copot, bisa juga menterinya saya copot. Pasti itu. Kalau tidak terkejar saya akan lakukan itu. Artinya apa? Kalau ada sesuatu, mbok disampaikan,” tambah Jokowi.

“Saya kira itu. Saya ingin satu kata, kementerian lembaga perbaiki, nanti secara detail akan saya cek dengan cara saya,” tambahnya lagi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here