Kembangkan JIIPE, PT AKRA Ingin Tingkatkan Pendapatan dari Sektor Pelabuhan

0
339
lokasi JIIPE (jiipe.com)

Bitung – (suaracargo.com)

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) berencana menaikkan kontribusi pendapatan dari bisnis pelabuhan. Pendapatan itu akan dihasilkan dari pengembangan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.

Sebagai informasi, per September 2015, kontribusi pendapatan terbesar AKR masih berasal dari distrubusi BBM sebesar 74%, lalu diikuti distribusi kimia dasar 17%, jasa logistik 4% dan pabrikan 4%. Sementara itu, kontribusi JIIPE baru 1%. “Kami harap porsi kontribusi JIIPE bisa sekitar 20%-30% dalam periode tiga sampai empat tahun ke depan,” kata Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu di Bitung, Sulawesi Utara, akhir pekan lalu.

AKR bersama mitra PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III bakal terus melakukan pengembangan JIIPE. Menurut Suresh, proyek jangka panjang ini masih membutuhkan dana sekitar Rp 3-4 triliun dalam periode tiga sampai empat tahun.

Sementara itu, sejak 2013 sampai Juni 2015, proyek JIIPE telah menyerap dana sebesar Rp 3,6 triliun.Dari situ, porsi ekuitas sebesar Rp 2,8 triliun, dan pinjaman sindikasi serta hutang lain sebesar Rp 800 miliar. Dana sebesar itu digunakan untuk pembelian dan pengembangan lahan, serta pembangunan pelabuhan. “Sampai September 2015, total pre marketing penjualan lahan sebesar 27 hektare. Banyak investor yang tertarik,” kata dia, seperti dilansir
beritasatu.com.

Sebagai informasi, JIIPE merupakan proyek seluas 2200 ha. Proyek itu terbagi atas kawasan pelabuhan 400 ha, dan area kawasan industri 1.761 ha. Pelabuhan serba guna dengan dermaga sepanjang 500 m yang ada di sana diharapkan beroperasi pada akhir 2015.

Untuk kawasan Industri, sebelumnya lima investor dikabarkan berminat menanamkan investasi di kawasan tersebut. Lima perusahaan itu adalah Uni Chem, produsen garam untuk pasar domestik; PT Clariant Indonesia, perusahaan asal Jerman yang bergerak di bidang kimia dasar; PT Tirta Bahagia, perusahaan air minum dengan merek Club; perusahaan pertambangan raksasa asal Amerika Serikat, PT Freeport Indonesia, dan Cheil Jedang, perusahaan asal Korea fi bisnis pakan ternak.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here