Kembangkan Pelabuhan, Pelindo II Ambil Alih Lahan TNI AL

0
411
Aktifitas bongkar muat dan pembangunan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/2). PT Pelindo II menganggarkan dana investasi Rp 7 triliun pada 2013 atau naik 233% dari dana investasi tahun lalu. TEMPO/Amston Probel
Aktifitas bongkar muat dan pembangunan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/2). PT Pelindo II menganggarkan dana investasi Rp 7 triliun pada 2013 atau naik 233% dari dana investasi tahun lalu. TEMPO/Amston Probel

Palembang – (suaracargo.com)

PT Pelindo II berencana mengembangkan fasilitas pelabuhan pada kawasan Boom Baru di Palembang, dan Tanjung Priok, Jakarta. Pembangunan pelabuhan tersebut akan dimulai tahun depan dengan investasi ratusan miliar rupiah. “Untuk membangun dua pelabuhan itu kami menggunakan lahan milik TNI Angkatan Laut,” kata Direktur Utama Pelindo II R.J. Lino di Palembang, Rabu, 3 Desember 2014, sebagaimana dilansir tempo.co.

Menurut Lino, karena dalam pembangunan itu, pihak Pelindo II mengambil-alih lahan TNI AL tersebut, maka perusahaan itu akan menyiapkan relokasi lahan dan bangunan untuk TNI AL. Khusus untuk pengembangan Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Pelindo diwajibkan menyiapkan lahan seluas 15 hektare untuk TNI AL. Selain itu Pelindo juga diwajibkan membangun kantor, dermaga kapal patroli, dan fasilitas penunjang lainnya. “Triwulan kedua tahun depan mulai dibangun dan akhir 2016 siap dioperasikan,” ujar dia.

Kesepahaman dengan TNI AL itu dinilai oleh Lino sangat membantu program kerja Pelindo II. Saat ini, fasilitas dan prasarana pendukung di Pelabuhan Boom Baru sudah tidak memadai, sementara perekonomian di Sumatera Selatan melaju pesat. Pelindo pun terpaksa menumpuk puluhan hingga ratusan peti kemas persis di sekeliling markas TNI AL Palembang. “Daerah ini kami ambil alih dan TNI dipindahkan ke Sungai Lais.”

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI DR Marsetio, menyambut baik kerja sama tersebut. Ditemui di forum yang sama, Marsetio mengatakan bahwa lahan milik mereka, yang luasnya 7.000 meter persegi di Boom Baru itu, juga sudah tidak layak sebagai pangkalan karena letaknya berada persis di tengah pelabuhan kapal komersial. “Lahan ini sudah tidak ideal lagi karena pantasnya untuk pengembangan pasar,” kata dia.

Setelah menempati markas baru di kawasan Sungai Lais yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pangkalan lama, Marsetio menjanjikan kenaikan kinerja para anak buahnya. “Di tempat yang baru pasti akan lebih baik bagi prajurit dan keluarga.”

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here