Kemenhub Dorong Pelabuhan Murhum Jadi Hub

0
358
Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya di Papua (Noval/detikcom)

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan Pelabuhan Murhum Baubau layak untuk dapat menjadi hub antara Indonesia bagian barat dan bagian timur. Hal ini dikarenakan Pelabuhan Murhum Baubau banyak disinggahi kapal- kapal dari pulau Jawa yang hendak menuju Ambon ataupun Papua.

“Baubau layak menjadi hub daripada suatu konektivitas Indonesia barat dan timur, diindikasikan dengan banyaknya kapal dari Jawa, Makassar menuju Ambon dan Papua lewat sini artinya kita harus memastikan operasional di sini berjalan dengan baik,” kata Menhub Budi saat meninjau Pelabuhan Murhum Baubau, Minggu (19/2).

Pada kesempatan itu, Menhub Budi secara khusus memberikan catatan pada fasilitas lapangan penumpukan di Pelabuhan Murhum Baubau yang dinilai kurang luas, “Kelihatannya tempat penumpukan barang untuk kontainer kurang, ke depan kalau kita ingin membuat Baubau ini lebih strategis, kita harus memperhatikan fungsifungsi kepelabuhan berkaitan dengan lapangan penumpukan kontainer,” ujarnya, seperti dilansir beritasatu.com.

Saat ini Pelabuhan Murhum Baubau memiliki dua lapangan penumpukan di sisi barat dan timur masing-masing seluas 6.000 dan 8.700 meter persegi. Selain itu, Menhub juga meminta kepada Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Baubau, Marlent Manurung agar lebih mempersingkat waktu bongkar muat barang di pelabuhan ini. Saat ini waktu bongkar muat satu kapal di Pelabuhan Murhum Baubau sekitar dua hari.

“Dua hari kan lama, saya ingin lebih singkat, kalau singkat itu berarti produktivitas kapal tinggi, produktivitas orang juga tinggi, (terlebih) sudah ada crane harus diintensifkan lagi,” pinta Menhub.

Terkait dengan keselamatan pelayaran, pada kesempatan tersebut Menhub menegaskan agar Kepala UPP Baubau tetap mengutamakan aspek keselamatan kapal, terlebih di wilayah Indonesia bagian timur yang seringkali mengalami cuaca ekstrem sehingga membahayakan pelayaran dan agar selalu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam memberangkatkan kapal.

“Berkaitan dengan keselamatan, kita harus selalu mengutamakan, saya minta kepada Ka UPP agar pada saat memberangkatkan kapal itu diperhatikan dan menjadi pokok, tadi ada kapal kayu, semua harus pakai pelampung, kalau suatu kondisi (cuaca) ekstrem akan terjadi, lebih baik tidak diberangkatkan,” tegas Menhub.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here