Kemenhub Keluarkan Kebijakan Sterilisasi Pelabuhan Penyeberangan

0
379
Kendaraan pengangkut barang menjejali dermaga III Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Kamis (27/9/2012), mengantre untuk menyeberangi perairan Selat Sunda. Jalur penyeberangan Selat Sunda ditempuh selama 2,5 jam, dengen waktu operasi kapal selama 24 jam. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Jakarta – (suaracargo.com)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan kebijakan terbaru dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 29 Tahun 2016 tentang sterilisasi pelabuhan penyeberangan.

Aturan ini diterapkan dalam rangka mewujudkan keselamatan, keamanan. ketertiban dan kelancaran angkutan penyeberangan. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu dibuat peraturan untuk mengendalikan dan mensterilkan pelabuhan penyeberangan.

General Manager ASDP Pelabuhan Ketapang M Yusuf Hadi mengatakan, pihaknya sudah siap melakukan penataan dan pembenahan di Pelabuhan Ketapang sesuai dengan Permenhub Nomor PM 29 Tahun 2016.

“Dulu kan pedagang asongan bisa masuk sampai ke dalam kapal, sekarang tidak. Kemudian anak-anak logam yang suka mencebur mencari uang itu sudah tidak boleh. Karena kita buat zona itu,” tutur Yusuf di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (7/4/2016)

Dia menambahkan, dengan adanya peraturan ini, ASDP cabang Ketapang juga memastikan tidak akan ada lagi penumpang naik ke kapal tanpa memiliki tiket. ASDP cabang Ketapang, kata Yusuf, akan mendata ulang ID Card pekerja ASDP dan swasta.

“Kita sudah siap melaksanakan ini. Dengan sosialisasi secara konsisten kepada pemilik jasa kita akan lakukan supaya mereka memahami betul,” tuturnya, seperti dilansir okezone.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here