Kemenhub Minta Polri Usut Mafia Pelabuhan Tanjung Bonang

0
321
ilustrasi korupsi (krjogja.com)
ilustrasi korupsi (krjogja.com)

Rembang – (suaracargo.com)

Carut marut Pelabuhan Tanjung Bonang, di Desa Sendangmulyo,Kecamatan Sluke,Kabupaten Rembang sepertinya masih belum kunjung berakhir. Meski masih dalam sengketa antar investor, pelabuhan tersebut sudah dioperasionalkan. Operasional pelabuhan tersebut mengundang kontroversi berbagai pihak.

Transaksi bongkar muat, menurut informasi yang berhasil dirangkum KR, akan segera dituntaskan pihak aparat berwajib. Bahkan, pihak Kementerian Perhubungan telah meminta kepada Mabes Polri untuk turun tangan guna menguak dugaan terjadinya korupsi. Sumber resmi KR menyebutkan, pada bulan Agustus ini Kementerian Perhubungan sudah membuat surat ke Mabes Polri guna menguak mafia di pelabuhan Tanjung Bonang.

Pungutan bongkar muat barang di lokasi pelabuhan dilakukan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) setempat juga terkait dengan optimalisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2015 tentang jasa kepelabuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kapolres Rembang AKBP Winarto saat dikonfirmasi (20/8) mengaku belum menerima instruksi langsung dari Mabes Polri terkait dugaan terjadinya pungli di Pelabuhan Tanjung Bonang. “Kami sudah melakukan berbagai langkah antisipasi terkait pelabuhan tersebut,termasuk mempelajari berbagai aturan terkait kepelabuhan,” jelasnya, seperti dilansir krjogja.com.

Pungutan terjadi saat pihak Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan Kelas III Rembang bersama PT SBAP (perusahaan/investor yang memiliki izin Badan Usaha Pelabuhan, Red) melayani bongkar muat secara rutin selama berbulan bulan sehingga miliaran rupiah berhasil dikeruk tanpa sepeserpun masuk ke Kasda.

 

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here