Kemenhub Siapkan 58 Pelabuhan Singgah Dukung Trayek Tol Laut 2018

0
212
ilustrasi penanganan peti kemas

Jakarta – (suaracargo.com)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyiapkan 58 pelabuhan singgah dan tiga pelabuhan pangkal atau muat untuk mendukung penambahan 15 trayek tol laut di 2018.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, R Agus H Purnomo, mengatakan penetapan jumlah pelabuhan pangkal atau muat dan pelabuhan singgah dilakukan agar penyelenggaraan tol laut dapat tepat sasaran, tepat guna, dan memiliki manfaat bagi masyarakat banyak.

“Pada 2017, Kemenhub menetapkan pelabuhan pangkal atau muat sebanyak tiga pelabuhan dan pelabuhan singgah sebanyak 40 pelabuhan,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/1/2018).

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub, Dwi Budi Sutrisno, mengatakan pihaknya telah mengevaluasi pelaksanaan program tol laut sepanjang 2017.

Terkait voyage kapal tol laut di 2017, Ditjen Perhubungan Laut mencatat realisasi voyage mencapai 152 kali dengan target voyage 245 kali atau tercapai 62 persen dari target voyage 2017.

Sedangkan realisasi muatan berangkat tol laut pada tahun lalu adalah sebanyak 212.865 ton atau terealisasi 41,2 persen dari target 2017 sebesar 517.200 ton.

“Adapun realisasi muatan balik tol laut di 2017 sebesar 20.274 ton, jauh dari target yang sebesar 517.200,” kata Budi, seperti dilansir liputan6.com.

Melihat hasil evaluasi penyelenggarakan program tol laut di 2017 ini, Kemenhub melakukan penambahan trayek tol laut menjadi 15 trayek dan pelabuhan singgah di 2018 dengan mengoptimalkan rute trayeknya menggunakan skema pengumpul dan pengumpan (hub and spoke).

Pada tahun ini, anggaran yang disediakan untuk penyelenggaraan program tol laut sebesar Rp 447,63 miliar untuk 15 trayek yang disiapkan oleh Ditjen Perhubungan Laut.

“Dari 15 trayek yang disiapkan, 8 trayek penugasan dan 7 trayek akan dilelang pada akhir Januari atau awal Februari 2018,” terang tandas Budi.

Pelaksanaan tol laut di 2018, pemerintah memberikan penugasan kepada PT Pelni untuk trayek T-2, T-4, T6, T-13, T-14 dan T-15. Sementara ASDP untuk trayek T-1 dan T-3. Sedangkan perusahaan pelayaran swasta diberikan kesempatan untuk trayek T-5, T-7, T-8, T-9, T-10, T-11, dan T-12 melalui mekanisme pelelangan umum.

Rincian Rute Tol Laut 2018

Berikut informasi trayek tol laut di 2018 :

T-1 : Teluk Bayur – P. Nias (Gn. Sitoli) – Mentawai (Sikakap) – P. Enggano – Bengkulu pp

T-2 : Tanjung Priok – Tanjung Batu – Blinyu – Tarempa – Natuna (Selat Lampa) – Midai – Serasan – Tanjung Priok

T-3 : Tanjung Perak – Belang-Belang – Sangatta – Nunukan – Pulau Sebatik (Sungai Nyamuk) – Tanjung Perak

T-4 : (kapal utama) : Tanjung Perak – Makassar – Tahuna – Tanjung Perak; (kapal penghubung) : Tahuna – Kahakitang – Buhias – Tagulandang – Biaro – Lirung – Melangone – Kakorotan – Miangas – Marore – Tahuna

T-5 : (kapal utama): Tanjung Perak – Makassar – Tobelo – Tanjung Perak; (kapal penghubung): Tobelo – Maba – P.Gebe – Obi – Sanana – Tobelo

T-6 : Tanjung Perak – Tidore – Morotai – Tanjung Perak

T-7 : Tanjung Perak – Wanci – Namlea – Tanjung Perak

T-8 : (kapal utama): Tanjung Perak – Biak – Tanjung Perak; (kapal penghubung): Biak – Oransbari – Waren – Teba – Sarmi – Biak

T-9 : Tanjung Perak – Nabire – Serui – Wasior – Tanjung Perak

T-10 : Tanjung Perak – Fak Fak – Kaimana – Tanjung Perak

T-11 : (kapal crossing): Tanjung Perak – Timika – Agats – Merauke – Tanjung Perak

T-12: Tanjung Perak – Saumlaki – Dobo – Tanjung Perak

T-13: Tanjung Perak – Kalabahi – Moa – Rote (Ba’a) – Sabu (Biu) – Tanjung Perak

T-14: Tanjung Perak – Larantuka – Adonara (Terong) – Lewoleba – Tanjung Perak

T-15. Tanjung Perak – Kisar (Wonreli) – Namrole – Tanjung Perak.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here