Kemenhub Siapkan Tiga Pelabuhan Jadi Hub Internasional

0
230
Pelabuhan Tanjung Priok - Ilustrasi (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan 3 pelabuhan besar untuk menjadi hub internasioal. Ketiga pelabuhan yang dimaksud itu adalah Tanjung Priok, Kuala Tanjung, dan Patimban.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan pertama yang dijadikan pelabuhan hub internasional.

“Kita punya konsep hub internasional itu 3, Priok itu enggak bisa enggak, makanya 2 tahun ini selama Kuala Tanjung belum beroperasi penuh jadi Priok, barang dari luar itu penting,” kata Budi saat acara Coffee Morning di Kantornya, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Budi menjelaskan, Pelabuhan Kuala Tanjung juga nantinya akan fokus pada kontainer, sedangkan untuk Pelabuhan Patimban difokuskan sebagai pelabuhan pelayanan industri kendaraan.

“Apalagi nanti akan ada industri kendaraan besar di Patimban, jadi nanti Patimban akan berbagi fungsi dengan di Priok,” jelasnya, seperti dilansir detik.com.

Saat ini, kata Budi, pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara terbagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama progres pembangunannya sudah mencapai 80% dan tahap kedua yang bekerjasama dengan Port of Roterdam masih belum berjalan.

Untuk merealisasikan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dan menjadikannya hub internasional, kata Budi, Kementerian Perhubungan memberikan waktu hingga Mei 2017 agar perusahaan sektor pelabuhan asal Belanda mampu menentukan sikap ingin membangun atau tidak.

“Tapi saya tidak ingin mendahului. Mungkin progresnya 80% tahap I di Kuala Tanjung, kalau tahap kedua itu masih nol persen, dengan tahap satu bisa internasional tapi masih terbatas,” ungkapnya.

“Kuala Tanjung dan Priok bisa saling melengkapi, karena kita juga sudah siapkan jalan tol, kereta api, di sana untuk CPO, dan produk unilever dari Sei Mangkei,” jelasnya.

Sebelum menjadi pelabuhan hub internasional, kata Budi, Kemenhub tengah menyiapkan formulasi diskon tarif bagi kapal-kapal berkapasitas besar untuk bersandar di Indonesia, serta hitungan biaya penundaan dan pemanduan kapal.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY