Kemenhub Targetkan Pembukaan 13 Rute Angkutan Barang Perintis

0
220
Menhub Ignasius Jonan (sinarharapan.co)
Menhub Ignasius Jonan (sinarharapan.co)

Jakarta – (suaracargo.com)

Tahun depan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membidik 13 rute angkutan laut keperintisan barang berjadwal akan tersebar di seluruh wilayah Indonesia pada 2016. Rute keperintisan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terlaksananya program tol laut.

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengatakan, 13 rute angkutan laut perintis sebenarnya target dalam lima tahun ke depan sesuai yang terdapat dalam rencana strategis (renstra) Kemenhub 2015-2019. Namun, Ia berharap bisa terealisasi lebih cepat pada tahun depan.

“Untuk tahun ini, enam rute dahulu. Hal itu pun tergantung dari kapasitas Pelni,” kata Jonan, Rabu (21/10).

Ia mengungkapkan, enam rute keperintisan angkutan kapal barang berjadwal tersebut dilaksanakan oleh PT Pelni sesuai Peraturan Presiden Nomor 106/2015 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang di Laut. Kontrak penugasan PT Pelni itu akan dilakukan sesegera mungkin.

Jonan menekankan, pengadaan rute-rute keperintisan barang yang merupakan dukungan program tol laut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas transportasi laut dalam melayani semua pulau di Indonesia dengan biaya logistik yang efisien.

Namun, Menhub sendiri masih pesimis target penurunan biaya logistik sebesar 10 persen dapat direaliasikan dalam waktu setahun.

“Dari 27 persen menjadi 20 persen dalam lima tahun itu sudah bagus. Tetapi bukan saya saja (yang kerja0, banyak ada PU, Pemda, polisi, pelaku usaha,” katanya.

Menurut Jonan, dalam menurunkan biaya logistik dan peningkatan transportasi juga harus memperhatikan kapasitas infrastrukturnya. “Sebagian memang tanggung jawab pemerintah, sementara yang komersial diserahkan kepada badan usahan milik negara (BUMN),” ungkapnya.

Hal lainnya yang dapat mendukung program tol laut serta menurunkan biaya logistik menjadi 20 persen dari PDB pada 2019 adalah peningkatan kualitas dan kuantitas soft skill. Jonan menjelaskan, soft skill itu berupa sistem logistik terpadu yang terdiris atas ketersedian jasa distribusi barang secara menyeluruh baik untuk darat, laut, kereta api, dan udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Bobby R Mamahit mengungkapkan, tahun ini direncanakan pengadaan 188 kapal dengan anggaran mencapai Rp 11,8 triliun.

Semua pengadaan kapal itu diharapkan bisa terkontrak seluruhnya pada bulan ini, dengan skema pembayaran secara multiyears hingga 2017. Adapun rinciannya, tahun ini mencapai Rp 3,3 triliun, pada 2016 sekitar Rp 4,4 triliun, dan pada 2017 berjumlah Rp 4,1 triliun.
Sumber : Sinar Harapan
Berita Lain

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY