Kemenko Maritim Akan Bangun Dermaga Bongkar Muat Larantuka

0
51
Ilustrasi: KM Wilis berlabuh di Pelabuhan Larantuka, Flores Timur, sejak Kamis (16/1/2014) sampai sekarang ini. Gambar diambil, Minggu (19/1/201).

Kupang – (suaracargo.com)

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman akan membangun dermaga khusus bongkar muat Larantuka. Pembangunan ini berguna untuk mendukung program tol laut yang menjadi salah satu program utama dari Presiden Joko Widodo.

“Lokasinya katanya sudah ada. Lokasinya ada di Wello, dan nanti saya pulang akan kami anggarkan,” kata Menko Kemaritiman Luhut B Pendjaitan kepada wartawan saat mengunjungi Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu.

Sebelumnya pada Senin (30/10) Luhut melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kupang dan sekitarnya untuk memantau pabrik Garam di Desa Bipolo serta memantau perkembangan pembangunan dari bendungan Raknamo di desa Raknamo Kabupaten Kupang.

Sementara itu, kunjungan kerja Luhut ke Larantuka adalah dalam rangka meresmikan Taman Doa Fatima. Luhut juga meninjau sejumlah kawasan di daerah itu yang menurutnya belum banyak dikembangkan dengan baik.

Ia mengatakan bahwa tak hanya pelabuhan bongkar muat yang akan dibangun. Dirinya juga akan meminta kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk memperpanjang landasan Bandara Gewayang Tana menjadi 500 meter.

“Kedua sektor baik laut dan udara ini sangat penting di ibu kota ini. Karena dapat menunjang segi keekonomian bagi masyarakat untuk mengekspor produk dan komoditas unggulan daerahnya,” tambahnya.

Ia pun menargetkan akan melakukan peletakan batu pertama dermaga bongkar muat itu pada Maret 2018 tahun depan bersamaan dengan panen garam di Kupang dan melihat daya tampung dari Bendungan Raknamo di Kupang.

Luhur mengaku telah berbicara banyak dengan Dirut Pelindo IV, Dan nantinya mengirim tim yang akan melihat dan meninjau lokasinya.

“Saya sudah bicara juga dengan Menteri Perhubungan, nanti Lapangan Terbang Larantuka kita mau kasih panjang 500 meter, sehingga nanti bisa pesawat lebih besar mendarat, bisa membawa produk sini seperti ikan kelas tinggi seperti Tuna itu bisa langsung ke Jepang, sehingga rakyat juga dapat manfaatnya, kalau semua ini bisa terwujud di 2019, Flores Timur khususnya NTT akan menjadi Provinsi sangat kaya di Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga berbicara soal rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLT AL) di Larantuka, Flores Timur yang menurutnya akan sangat membantu masalah kelistrikan di kota itu dan sekitarnya.

Menko Luhut menyatakan bahwa Kemenko Maritim akan berkoordinasi kembali dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perihal penghitungan ulang biaya proyek agar dapat menurunkan cost.

Menko Luhut juga menuturkan, pembangunan PLT AL di Kabupaten Flores Timur sangat penting untuk direalisasikan, mengingat dampak positifnya bagi masyarakat dan industri di daerah tersebut.

“Saya beritahu sama Menteri ESDM, mungkin supaya desainnya lebih sederhana supaya costnya bisa lebih ditekan, kalau menurut saya harus dibangun karena dengan adanya listrik 25 Megawatt (Mw) itu tambahan dengan 7 Mw yang ada, saya pikir nanti daerah Larantuka dan sekitarnya dengan 250 ribu penduduk, itu akan semua bisa teraliri listrik. Juga 15 Mw nanti bisa untuk industri seperti industri perikanan, kacang mete, jagung dan pariwisata,” terangnya, seperti dilansir okezone.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY