Kemenko Maritim dan Kemenhub Terus Koordinasi Terkait Penekanan Biaya Logistik di Pelabuhan

0
111
Ilustrasi Pelabuhan (liputan6.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kementerian Kemaritiman bersama Kementerian Perhubungan terus melakukan koordinasi terkait langkah yang akan dilakukan untuk menekan biaya logistik di Pelabuhan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menuturkan, pemerintah telah mengurangi dwell time (waktu bongkar muat peti kemas) menjadi kurang dari tiga hari untuk mengefisiensikan biaya.

“Dwell time sudah 3 harian turun. Karena kita ingin cost yang engga perlu dihilangin,” ujar Luhut, di kantornya, Rabu (23/8).

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, A Tonny Budiono mengatakan, salah satu struktur yang bisa dilakukan untuk menekan biaya logistik ialah dengan pengurangan tarif Terminal Handling Charge (THC). Saat ini, kata dia, pihaknya tengah mengkaji mana saja yang akan dilakukan.

“Pak Agung (Agung Kuswandono) ada detilnya mana-mana yang akan diturunkan, nanti rapat lagi. Beliau sudah memetakan mana-mana yang enggak perlu ada,” kata Tonny, seperti dilansir merdeka.com.

Menurut Tonny, keputusan ini akan segera dirampungkan dalam waktu cepat. Di mana nantinya keputusan ini akan berlaku untuk seluruh pelabuhan dalam negeri. “(Selesainya) Minggu depan sudah beres, cepat. Semua dong, sama semua. Pasti kan pelabuhan utama, terminal container kayak Priok, Belawan, Perak,” ucapnya.

Pemerintah juga akan mengefisiensikan tenaga kerja bongkar muat (TKBM). Artinya, jika tidak ada service maka tidak akan ada pembayaran. “Sekarang kan zaman automatisasi, kan engga ada perlu ada TKBM jadi engga perlu. Kadang-kadang gak service perlu bayar, itu ditertibkan,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY