Kementan Tahan Jagung Impor, Harga Pakan Ternak Meningkat

0
384

Jakarta – (suaracargo.com)

Kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menahan jagung impor di pelabuhan berimbas pada kenaikan harga pakan ternak. Penahanan tersebut juga berujung pada melonjaknya harga daging ayam beberapa waktu lalu. Kebijakan itu juga membuat impor gandum untuk ternak naik siginifikan. Kebijakan Kementan tersebut telah diberlakukan sejak akhir tahun lalu.

“Ada lonjakan sangat siginifikan impor (gandum) di awal tahun 2016. Peningkatan itu terjadi karena ada lonjakan permintaan dari perusahaan feedmill (perusahaan pakan ternak) karena jagung sulit,” ungkap Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo), Ratna Sariloppies kepada detikFinance, Minggu (27/3/2016).

Menurut Ratna, lonjakan impor gandum terjadi sejak kelangkaan jagung di awal tahun dan masih terjadi sampai Maret 2016. Kendati demikian, data impor gandum yang dilakukan oleh produsen pakan ternak baru ada hingga Januari, sementara di Februari dan Maret 2016 belum tercatat.

“Gandum yang diimpor setelah ada permintaan dari perusahaan pakan. Lihatnya di Januari 2015 saja hanya 97.000 MT (metric ton), kemudian naik sangat signifikan jadi sekitar 300.000 MT di Januari 2016. Jadi kenaikannya besar sekali,” jelas Ratna.

Ratna menuturkan, impor biji gandum diperkirakan akan terus naik jika kebutuhan jagung untuk industri pakan belum bisa dipenuhi dengan jagung lokal. Sementara, di sisi lain impor jagung juga dibatasi.

“Kenaikan impor gandum kan terjadi saat jagung susah dari perusahaan pakan. Catatan yang impor jagung baru Januari, saya kira sampai sekarang juga terus naik,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here