Kementerian Perhubungan RI menggelar Soft-launching sistem informasi kepelabuhanan Inaportnet

0
366
Foto: Dokumentasi Kemenhub / detik.com

Makassar – (suaracargo.com)

Kementerian Perhubungan RI menggelar Soft-launching sistem informasi kepelabuhanan Inaportnet. Inaportnet mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan standar dalam melayani kapal dan arus barang dari seluruh instansi dengan para pemangku kepentingan.

Penerapan sistem Inaportnet pertama kali dilakukan di Pelabuhan Makassar. Selanjutnya, penerapan sistem itu akan menyusul di 15 pelabuhan lain di Indonesia. Kepala Subdit Sistem dan Sarana Prasarana Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hernadi, mengatakan bahwa sistem ini dapat memberikan efisiensi dalam pelayanan yang kepelabuhanan karena dapat diakses di mana pun menggunakan jaringan internet.

“Bisa dibayangkan berapa biaya yang bisa dipangkas pada pengusaha pelayaran dari kemudahan, mereka tidak perlu jauh-jauh ke kantor Syahbandar, asal dokumennya lengkap bisa jalan kapalnya,” ujar Hernadi kepada detik.com, di Hotel Aston Makassar, Kamis (17/3/2016).

Pelabuhan Makassar dipilih menjadi lokasi pertama penerapan sistem Inaportnet karena PT. Pelindo IV sebagai operator pelabuhan Makassar telah siap untuk mengaplikasikan dan mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan untuk memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa.

Hernadi menambahkan, Sistem Inaportnet ini memberikan manfaat antara lain menjamin transparansi pelayanan kapal dan barang di pelabuhan, menjamin rasa keadilan pelayanan (first come first served), mempercepat penyelesaian pelayanan kapal dan barang. Selain itu, sistem ini juga akan meminimalisasi biaya yang diperlukan dalam penanganan pelayanan kapal dan barang, meningkatkan validitas dan akurasi data yang terkait dengan kegiatan pelayanan kapal dan barang dan meningkatkan daya saing nasional dan mendorong masuknya investasi.

Sistem Inaportnet mengintegrasikan layanan di Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, Kantor Kesyahbandaran Utama, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kantor Batam.

Selanjutnya, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, Kantor Pabean, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Karantina Pertanian, Kantor Karantina Ikan dan Pengawasan Mutu Ikan, Kantor Imigrasi, Badan Usaha Pelabuhan seperti PT. Pelindo I, II, III dan IV. Lalu, perusahaan angkutan laut nasional di pelabuhan, perusahaan bongkar muat di pelabuhan dan perusahaan jasa pengurusan transportasi

Inaportnet dapat diakses melalui http://inaportnet.dephub.go.id. Dengan Sistem Inaportnet ini maka semua kapal niaga yang beroperasi di Indonesia dapat dilayani cepat secara online.

Sedangkan untuk kapal pelayaran rakyat, kapal dengan ukuran kurang dari atau sama dengan GT 35, kapal yang beroperasi tetap pada daerah pelayaran tertentu dengan waktu pelayaranan kurang dari 6 jam dan kapal perikanan dikecualikan dari pelayanan oleh sistem Inaportnet.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 192 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 157 Tahun 2015 tentang Penerapan Inaportnet untuk Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan. Tahap awal penerapan Inaportnet secara online dilaksanakan di 16 pelabuhan yaitu Belawan, Batam, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, Tanjung Emas.

Kemudian, Bitung, Dumai, Panjang, Banten, Tanjung Uban, Balikpapan, Banjarmasin, Sorong, Manggar, dan Ambon. Sistem Inaportnet ini akan terus dilakukan penyempurnaan sehingga nantinya dapat diterapkan di seluruh pelabuhan di Indonesia.

Sebelumnya, pada 10 Maret 2016, Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar dan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar telah menandatangani Pakta Integritas terkait implementasi aplikasi Inaportnet dan melakukan sosialisasi terkait dengan implementasi Inaportnet di wilayah kerjanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here