Kenaikan BBM Solar Batal, Pengusaha Logistik Bernafas Lega

0
409
antrean BBM (Mursalin Yasin/republika.co.id)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kementerian ESDM membatalkan kenaikan harga Solar. Pengusaha logistik bisa bernapas lega karena bebannya tidak bertambah berat dalam waktu dekat. Daya saing perusahaan pun bisa terjaga.

Pembatalan diumumkan pada Jumat (30/9) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Alasan pembatalan tersebut adalah karena pihak ESDM mempertimbangkan aspek ekonomi dan sosial masyarakat. Harga solar akan dikaji kembali dalam waktu tiga bulan mendatang.

Dengan pembatalan ini, harga solar tetap dibanderol Rp 5.150 per liter. Padahal, ESDM semula berencana menaikkan harga solar dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 5.750 per liter per 1 Oktober. Kenaikan itu sesuai dengan data dan formula per tiga bulanan.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bi­dang Logistik Carmelita Hartoto mengatakan, pihaknya bersyukur harga solar tidak jadi naik dalam waktu dekat. Dengan begitu, pelaku jasa transportasi dan logistik tidak perlu menaikkan tarifnya kepada pelanggan.

“Selama ini pengusaha harus melakukan penyesuaian tarif jasanya ketika harga solar atau premium naik karena BBM merupakan salah satu komponen penting bagi perusahaan jasa logistik, seperti trucking dan forwarding,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dengan dibatalkannya kenaikan harga solar, ongkos logistik nasional dapat terjaga. Jika kemarin pemerintah tetap menaikkan harga solar, logistik yang didistribusikan kendaraan berbahan bakar solar akan menjadi mahal. Dampak mahalnya ongkos logistik pada gilirannya akan merambah ke sektor perdagangan, perindustrian, pariwisata, UKM, hingga opera­sional energi listrik.

“Biaya logistik akan naik. Padahal pemerintah sedang berusaha menaikkan daya sa­ing dan kemudahan berbisnis,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini harga BBM, baik premium dan solar Indonesia terbilang lebih mahal dibanding beberapa negara ASEAN. Karena itu, dia berharap, pemerintah untuk menurunkan harga solar.

Hal senada dikatakan oleh Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita. Menurutnya, pembatalan kenaikan harga solar akan menjaga daya saing Indonesia. Apalagi, berdasarkan hasil pe­nilaian World Economic Forum (WEF) ranking daya saing Indonesia menurun empat level dari posisi 37 ke 41 tahun ini.

“Jika mau menaikkan daya sa­ing salah satunya adalah menu­runkan harga solar. Harga solar kita yang tergolong mahal berdampak pada mahalnya biaya logistik kita,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, penurunan harga solar akan meringankan beban industri. Dampaknya, biaya produksi bisa ditekan dan daya saing bisa meningkat.

Dalam Laporan Indeks Daya Saing WEF 2016-2017, posisi Indonesia di bawah negara tetangga, seperti Thailand yang berada diposisi 34, Malaysia diposisi 25, dan Singapura di­posisi 2. Indonesia masih lebih unggul bila dibandingkan dengan Filipina yang berada pada posisi 57, Vietnam posisi 60, dan Laos posisi 93.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Ko­sasih sebelumnya mengatakan, seharusnya harga BBM bisa ditekan lagi agar juga bisa men­dorong ekonomi masyarakat. Bukan justru menaikkannya.

“Ya memang dengan harga minyak yang turun ini, me­mang disatu sisi, Pertamina sangat diuntungkan ya. Apalagi kan untungnya juga dia besar. Seharusnya masih bisa turun lagi itu, untuk BBM-nya. Agar masyarakat bisa turut menikmati,” katanya.

Berdasarkan laporan keuangan Pertamina di semester I, keuntungan PT Pertamina (Per­sero) dari jualan BBM subsidi mencapai Rp 8,3 triliun. Hal itu dinilai sangat besar untuk kondisi harga minyak dunia yang masih fluktuatif bahkan cenderung rendah.

Karena itu, Achsanul menilai, tidak sepantasnya Pertamina menangguk untung besar dari jualan BBM subsidi sehingga rakyat banyak menjadi korban.

Sebelumnya dalam laporan keuangan di semester I-2016 ter­ungkap bahwa Pertamina meraih untung hingga 755 juta dolar AS dari pelaksanaan Public Service Obligation (PSO) dan penugasan penjualan elpiji 3 kg, solar, dan premium.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here