Kenaikan Ongkos Angkutan Pusingkan Pengusaha

0
354
ilustrasi jasa pengiriman barang (maritimedia.com)
ilustrasi jasa pengiriman barang (maritimedia.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan batas kenaikan tarif angkutan umum sebesar 10 persen.

Menanggapi ketentuan tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, kenaikan tersebut masih bisa diterima sektor industri. Meski demikian, industri tetap tidak bisa seenaknya menaikkan harga barang-barang produksi.

“Saya lagi bicarakan, berapa persen naiknya? Kalau maunya pemerintah 10 persen. Saya pikir it’s ok lah. 10 persen bisa, tergantung kita lah . Saya melihat dri kita kita gak bisa naikkan banyakin barang kita,” ujarnya di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (19/11/2014), sebagaimana dilansir liputan6.com.

Dia juga menjelaskan, penyebab industri tidak bisa begitu saja menaikkan harga barang adalah karena kondisi perekonomian saat ini yang tengah menurun. Jika industri tetap menaikan harga saat ini, maka barang-barang tersebut tidak akan laku dijual.

“Ekonominya menurun jadi kita produksinya juga kalau mahal-mahal orang juga nggak mau ambil. Kalau naik 2 persen-3 persen terjadi, normal tentu pasti makanan 2 persen-3 persen naik. Kalau lain-lain susah, terutama industri, karena kita kebanyakan stock. Tapi kenaikan pasti ada di tiap sektor,” jelas dia.

Meski demikian, jika pemerintah bisa cepat mengatasi masalah-masalah ekonomi seperti tingginya biaya produksi dan pembangunan infrastruktur, maka daya beli masyarakat diharapkan bisa kembali meningkat.

“Jadi kita harapkan pemerintah lebih cepat. Tapi kenaikan akan tetap dirasakan, paling tidak lima persen, kecuali makanan. Karena sebelum naik dia juga naik,” tandasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here