Kepala PPN: Pendangkalan Alur Muara Pelabuhan Bisa Jadi Bom Waktu

0
92
Tri Ari Wibowo (Bangkapos/Nurhayati)

Bangka – (suaracargo.com)

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat Tri Aris Wibowo mengatakan pendangkalan alur muara pelabuhan setiap tahun selalu terjadi. Untuk mengatasi pendangkalan alur muara tersebut pihaknya bekerjasama dengan PT Pulomas yang melakukan pengerukan alur muara.

Diakuinya, PT Pulomas memang diberikan kewenangan sesuai izin yang diberikan oleh Bupati Bangka untuk melakukan pengerukan alur muara pelabuhan PPN.

“Jadi kalau hal-hal terkait dengan pedangkalan menurut hemat kami itu tugas Pulomas untuk bisa menanggulangi karena sudah diberikan izin untuk melakukan itu. Lokasinya memang menjadi wilayah kami tetapi perlu diketahui bahwa izin pertama diberikan sebelum lahan ini dihibahkan kepada kami. Sebelum dihibahkan sudah ada PT Pulomas,” jelas Tri saat dikonfirmasi wartawan terkait dengan keluhan nelayan terhadap pendangkalan alur muara pelabuhan, Rabu (21/2/2018) di PPN Sungailiat.

Di satu sisi pihaknya merasa terbantu dengan keberadaan PT Pulomas yang melakukan pengerukan alur muara pelabuhan, tetapi di sisi lain, ketika perusahaan tersebut tidak sanggup melakukan pengerukan, maka PPN juga terbebani. Untuk itu pihaknya melakukan komunikasi dan koordinasi dengan mendorong PT Pulomas melakukan upaya pengerukan sebagaimana dalam surat perjanjian dengan Pemkab Bangka.

Untuk membahas mengenai pendangkalan alur muara pelabuhan menurut Tri, pada tanggal 9 Februari 2018 lalu PPN menggundang PT Pulomas, PT Timah Tbk, pihak nelayan, polair, Dinas Perikanan dan Kelautan Babel dan Dinas Perikanan Bangka. Dalam pertemuan tersebut pihak nelayan menyampaikan pendangkalan alur muara pelabuhan ini akan menjadi bom waktu. Oleh karena itu, PT Pulomas didorong untuk melakukan pengerukan.

“Pihak PT Pulomas juga datangnya terlambat dan hanya mendengarkan dalam pertemuan itu,” ungkap Tri, seperti diansir bangkapos.com.

Selain itu juga dalam pertemuan itu ada usulan agar izin PT Pulomas yang diberikan bupati ditinjau kembali.

“Rumusan dari rapat tersebut sudah saya kirimkan ke dirjen perikanan tangkap, direktur perikanan tangkap, gubernur, dinas perikanan propinsi, dinas perikanan kabupaten dan bupati. Supaya pusat dan daerah paham ada keinginan dari nelayan agar para pejabat memberikan perhatian yang lebih dan ada keinginan juga agar izin PT Pulomas ditinjau ulang. Selama ini dari sekian tahun mulai dari 2012 sampai sekarang hanya berkutat itu-itu saja,” kata Tri.

Diakuinya, ada keinginan dari peserta rapat itu jika PT Pulomas tidak sanggup melakukan pengerukan maka masyarakat akan melakukan tindakan sendiri dengan menjual pasir yang menumpuk di pelabuhan. Namun Dikatakanya Tri, bahwa pasir tersebut milik PT Pulomas. Dari pertemuan tersebut pihaknya dari PPN berkomitmen untuk menggalang anggaran terkait penyelesaian pendangkalan alur muara pelabuhan jangka panjang.

Sebelumnya setiap tahun PPN sudah mengajukan kepada pemerintah pusat untuk untuk mengatasi kendala pendangkalan alur muara tetapi belum mendapat persetujuan hingga saat ini.

“Saya tidak tahu serius atau tidaknya tetapi hasil pertemuan tersebut pihak PT Pulomas tidak mau menandatangani karena isi pertemuan seperti itu, mungkin dalam artinya tanda petik agak menyudutkan Pulomas. Kita hargai juga mereka tidak tandatangan karena yang datang stafnya,” ungkap Tri.

Tri juga sudah menghadap Bupati Bangka terkait dengan pendangkalan alur muara tersebut untuk menanyakan apakah izin pengerukan PT Pulomas sudah diperpanjang ternyata sudah diperpanjang. Namun karena saat ini lahan pelabuhan tersebut sudah dihibahkan kepada PPN, maka pihaknya berharap bisa melibatkan PPN dalam pemberian perizinan tersebut.

“Kami sebagai tuan rumah punya berkepentingan terhadap PNBP selama ini belum ada, tetapi karena PT Pulomas sudah membantu pengerukan alur tetapi setelah dihibahkan ini hal berkaitan dengan PNBP bisa kami kaitkan dengan PT Pulomas,” harap Tri.

Pihaknya juga ingin melihat sejauh mana keseriusan PT Pulomas melakukan pengerukan alur muara pelabuhan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here