Kepolisian Daerah Sulawesi Gagalkan Pengiriman 4800 Detonator

0
25
Detonator untuk memicu ledakan bom. Republika/Edwin Dwi Putranto

Mamuju – (suaracargo.com)

Kepolisian Daerah Sulawesi Barat berhasil menggagalkan pengiriman 4.800 buah detonator ke Makassar Sulawesi Selatan yang dibawa dari Palu Sulawesi Tengah. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulbar Ajun Komisaris Besar Polisi Iskandar, dihubungi Antara di Mamuju, Jumat (10/11) menyatakan, selain berhasil menyita 4.800 buah detenator, polisi juga mengamankan sebuah truk dan sopir berinisial Fer.

“Pengungkapan pengiriman detonator itu bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa ada sebuah truk yang mencurigakan melintas dari arah Palu Sulawesi Tengah menuju ke Makassar Sulawesi Selatan. Dari informasi itulah, kemudian pada Selasa (7/11) sekitar pukul 10. 30 Wita kami melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan sebuah truk dengan ciri-ciri orang sesuai informasi itu, tengah berhenti di sebuah rumah makan di kawasan Kalukku Kabuaten Mamuju,” kata Iskandar.

Personel Ditkrimum Polda Sulbar lanjut Iskandar kemudian mengamankan orang yang ada di truk yang ketahui sebagai sopir. Dari hasil pemeriksaan itulah lanjut dia, Fer mengaku bahwa barang yang dibawanya merupakan detonator.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan berhasil menemukan 20 kotak detonator yang disembunyikan di dalam dus minuman air mineral. Tidak hanya itu, polisi selanjutnya menggeledah muatan truk yang dibungkus terpal dan ditemukan 28 dus detonator yang disembunyikan dalam karung.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata di dalam satu kotak itu berisi 100 batang detonator sehingga total keseluruhan detonator yang ditemukan di dalam truk itu sebanyak 4.800 buah,” ujar Iskandar, seperti dilansir republika.co.id.

Sopir truk dan barang bukti 4.800 batang detonator itu, tambah dia, saat ini masih diamankan di Ditkrimum Polda Sulbar untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Terkait jenis detonator yang disita tersebut, Ditkrimum telah berkoordidinasi dengan tim Jihandak Brimob Polda Sulbar untuk mengirimkan barang bukti tersebut ke Labfor Mabes Polri.

“Kami belum bisa mengetahui jenis dan fungsi detonator itu, sebab saat ini kamsi masih berkoorinasi dengan tim Jihandak terkait pengiriman barang bukti tersebut untuk dilakukan pemeriksaan oleh Labfor Mabes Polri.

“Kami juga masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap sopir yang membawa detonator itu untuk mengetahui asal dan tujuan pasti detonator tersebut. Jadi, proses penyidikan masih terus berjalan dan setelah ada hasil dari Labfor Mabes Polri akan kami sampaikan,” ujar Iskandar.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY