Kerjasama Dengan BNN, Asperindo Jateng Tekan Peredaran Narkoba Hingga 55 Persen

0
230
Ilustrasi (ANTARA/Bisnis.com)

Semarang – (suaracargo.com)

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia atau Asperindo Jawa Tengah, setelah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, kini telah mampu menekan angka pengiriman barang narkotika sekitar 55%.

Ketua Asperindo Jateng Tony Winarno mengatakan, kerja sama perusahaan jasa pengiriman dengan BNN Provinsi Jateng telah terjalin pada 2014. Setelah itu, katanya, pihak BNN melakukan sosialiasi kepada perusahaan jasa pengiriman yang tergabung Asperindo, guna mengantisipasi pengiriman barang narkotika.

banner-csm-atas

Kerja sama itu membuahkan hasil yang cukup signifikan. Pada 2014, temuan barang narkotika yang dikirim melalui industri jasa pengiriman barang sebanyak 27 kiriman. Setelah dilakukan sosialisasi tentang bahaya peredaran barang terlarang dan hukuman, kata Tony, pengiriman narkotika terdeteksi turun 55% atau menjadi 15 kiriman dalam kurun 2015 hingga pertengahan 2016.

“Ini artinya ada penurunan signifikan di atas 50%. Kami komitmen untuk memberitahu kepada petugas BNN kalau ada pengiriman barang melalui jasa paket,” paparnya seusai rapat koordinasi dengan BNN Provinsi Jateng, Selasa (6/9/2016).

Menurutnya, tahun ini kerja sama dengan BNN akan diperkuat dengan operasi interdiksi terpadu. Operasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pencegahan dan pemberantasan serta peredaran gelap narkoba di wilayah Jateng.

Selain itu, dalam waktu dekat akan diadakan sosialisasi dan penyuluhan antisipasi narkoba, dengan pilot project dilakukan di JNE Semarang.

“Harapannya, zero kiriman narkotika melalui jasa pengiriman barang. Jangan main-main para bandar nakorba,” terangnya, sepeti dilansir bisnis,com.

Kepala BNN Provinsi Jateng Brigjen Polisi Agus Tri Heru Prasetyo melalui Kepala Bidang Berantas BNN Jateng AKBP Suprinarto mengatakan, kerja sama dengan Asperindo harus dilakukan terus menerus untuk mengetahui perkembangan di lapangan maupun ada informasi perubahan regulasi terbaru.

“Kerja sama sudah dilakukan, tapi harus di-refresh lagi,” katanya.

Menurutnya, peredaran narkoba sudah merambah ke seluruh wilayah di Indonesia dengan lintas batas wilayah. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada industri jasa pengiriman untuk membantu dalam pencegahan barang terlarang tersebut.

Selama ini, katanya, Asperindo banyak membantu baik melalui BNN pusat maupun di sejumlah provinsi untuk lebih peduli pencegahan peredaran narkoba.

“Peredaran narkoba bisa masuk melalui berbagai jalur, baik transportasi umum di darat, udara maupun laut,” paparnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY