Ketimpangan Infrastruktur Perlambat Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

0
409
Kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Surabaya – (suaracargo.com)

Ketimpangan infrastuktur yang ada antara satu daerah dengan daerah lainnya menjadi salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia gagal menembus angka 7%. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia masih menjadikan penambahan dan pengembangan infrastuktur di Indonesia sebagai fokus utama pembangunan pada tahun 2016 mendatang.

Kondisi tersebut dijelaskan oleh Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro di hadapan para pelaku bisnis keuangan saat menjadi pembicara dalam penghargaan Tokoh Ekonomi Indonesia, di Jakarta, Rabu (16/12). “Tahun 2016 tidak lebih mudah dengan tahun 2015. Kita harus mewaspadai kebijakan moneter Amerika Serikat karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dunia tak terkecuali Indonesia,” ujar Menkeu Bambang.

Menteri Keuangan menyebutkan, survey mencatat 93% dari responden di seluruh dunia memperkirakan suku bunga The Fed akan naik sekitar 25%. “Indonesia harus meningkatkan cadangan devisa negara yang harus kita genjot melalui peningkatan ekspor kita ke luar negeri,” sebut Menkeu Bambang, seperti dilansir maritimedia.com

Menurut Menkeu Bambang, peningkatan ekspor dapat dipacu jika didukung infrastruktur yang memamdai. “Semua butuh infrastruktur untuk menunjang pengembangan industri. Para pengusaha batu bara juga jangan hanya mengekspor batu bara, mereka harus mulai memikirkan pembangunan power plat untuk menunjang kebutuhan listrik dalam negeri. Pelabuhan-pelabuhan juga perlu dikembangkan untuk kelancaran arus perdagangan Indonesia,” jelas Menkeu Bambang.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III, Djarwo Surjanto, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengatakan bahwa dia sependapat dengan penjelasan pak Menkeu. Oleh kareana itu, dalam lima tahun kedepan, Djarwo mengatakan bahwa Pelindo III akan fokus pada penambahan dan pengembangan pelabuhan untuk mendukung pemerintah dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.

“Fokus utama kami saat ini membangun kawasan industri yang terintegrasi langsung dengan pelabuhan yang kami sebut Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) seluas ±3000 hektar. Disitu akan ada pabrik-pabrik yang berproduksi, dapat mendatangkan bahan baku yang dapat langsung masuk ke pelabuhan di depannya dan dapat langsung pula mengekspor hasil produksi mereka melalui pelabuhan itu juga,” sebut Djarwo.

Selain JIIPE dengan konsepnya yang disebut-sebut dapat mengefisienkan biaya logistik, Pelindo III juga akan mengembangkan sejumlah pelabuhan lain. Pelabuhan Banjarmasin, Terminal Peti Kemas Semarang, Pelabuhan Banyuwangi, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Tenau Kupang, Pelabuhan Tegal, Pelabuhan Lembar dan sejumlah pelabuhan lainnya merupakan pelabuhan yang akan dikembangkan oleh Pelindo III.

Atas komitmen yang berhasil ditunjukkan dalam pengembangan infrastuktur pelabuhan di Indonesia, Pelindo III memperoleh penghargaan sebagai BUMN Terbaik Bidang Non Keuangan Sektor Perhubungan dan Infrastuktur di ajang Penghargaan Tokoh Finansial Indonesia 2015. Penghargaan itu diterima secara langsung oleh Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here