Ketua ALI: Penurunan Harga BBM Berdampak Positif Pada Distribusi Logistik dan Angkutan Barang

0
307
Sebuah truk tanpa muatan melintas di Terminal Kontainer Internasional (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/5).

Jakarta – (suaracargo.com)

Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar resmi turun mulai Selasa (5/1/2016) ini. Harga baru premium yang berlaku sebesar Rp 6.950 per liter, sedangkan solar sebesar Rp 5.650 per liter.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan, penurunan harga ini memberikan dampak positif pada biaya transportasi khususnya karena penurunan harga solar yang turun sebesar Rp 1.050 dari sebelumnya Rp 6.700 per liter. “Dengan solar turun 16 persen, penurunan biaya transportasi bisa 5 persen-10 persen,” ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Selasa (5/1/2016).

Sedangkan untuk biaya logistik, Zaldy memperkirakan hanya akan terjadi penurunan antara 1 persen hingga 2 persen. Hal ini disebabkan karena penurunan harga solar tersebut belum diimbangi dengan perbaikan infrastruktur penunjang kegiatan logistik. “Untuk biaya logistik dampaknya akan turun 1 persen-2 persen. Karena ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi biaya logistik sperti infrastruktur dan biaya penyimpanan atau inventory,” tandas dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan penurunan harga tersebut berdasarkan pertimbangan berbagai parameter, seperti harga referensi minyak periode tiga bulan. Harga untuk Gasoline 92 (bensin) rata-rata sebesar US$ 57,38 per barel dan untuk Gasoil (solar) rata-rata sebesar US$ 54,80 per barel.

“Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (kurs), biaya penyimpanan, biaya distribusi BBM untuk menjangkau seluruh wilayah NKRI, pajak (PPN dan PBBKB) dan marjin untuk badan usaha penyalur (SPBU). Pemerintah menetapkan kebijakan harga BBM,” kata Wiratmaja, seperti dilansir liputan6.com.

Dia mengungkapkan pihaknya juga memperhatikan persiapan penyesuaian sistem dalam penyediaan dan pendistribusian BBM yang dilakukan PT Pertamina (Persero) pada awal Januari 2016 dan untuk menjamin kehandalan stok BBM di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) seluruh Indonesia.

Karena itu, terhitung mulai 5 Januari 2016 pukul 00.00 WIB, pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga BBM jenis Premium RON 88 di Wilayah Penugasan Luar Jawa-Madura-Bali dan harga BBM jenis Solar subsidi dengan rincian sebagai berikut:

No.  Komoditas             Harga Lama       Harga Baru

1.     Minyak Tanah      Rp 2.500/Liter  Rp 2.500/Liter
2.    Minyak Solar        Rp 6.700/Liter   Rp 5.650/Liter
3.    Premium               Rp 7.300/Liter    Rp 6.950/Liter

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here