Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia: Truk dan Kereta Barang Sama Sama Punya Kelebihan dan Kekurangan

0
541
Ilustrasi Rangkaian Kereta Barang - tribunnews.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah mulai menyosialisasikan penggunaan angkutan petikemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok kepada para asosiasi pengguna jasa baik maritim, logistik maupun perdagangan.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan, mengubah paradigma pengusaha tentu tidak semudah membalikkan tangan. Karena, para pengusaha sudah terlanjur nyaman untuk menggunakan truk sebagai moda transportasi pendistribusian barang.

Padahal, bila menggunakan truk barang seperti itu, pengusaha memiliki risiko yang tidak bisa dihitung seperti kecelakaan, mogok, hingga adanya kejadian kriminal seperti bajing loncat di tengah jalan.

“Itu semua kan unpredictable, so kalau kereta api jauh terhindar dari masalah-masalah itu,” tuturnya di Terminal Petikemas JICT Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Namun, jika menggunakan kereta api, pengusaha tidak bisa mengambil barang di mana saja dan melakukan distribusi yang mudah. Selain itu, jika menggunakan ,kereta maka ada jumlah minimun yang harus diangkut.

“Enggak bisa hanya satu kontainer berangkat, harus ada 15 kontainer dengan tujuan yang sama. Lalu tonase sudah pasti, misalnya satu kontainer hanya boleh 42 ton enggak boleh lebih,” ujarnya. Meski demikian, kereta api memiliki efisiensi waktu dan keamanan. Karena itu, dirinya mendukung hadirnya jalur peti kemas dengan kereta api.

“Positifnya bagi kita tentu kita akan miliki jadwal yang lebij reguler dan terukur. Tinggal ini gimana lancarkan semua proses ini jadi lebih lancar seperti yang kita harapkan” ujarnya, seperti dilansir okezone.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here