Ketum KADIN: Tingginya Biaya Logistik Lemahkan Daya Saing Produk Indonesia

0
214
SUASANA terminal peti kemas di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin (banjarmasinpost.ci.id / Aya Sugianto)

Surabaya – (suaracargo.com)

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan, anggota Asosiasi Pemilik Kapal Nasional atau Indonesian National Shipowner’s Association (INSA) berperan penting dalam membantu pemerintah memangkas biaya logistik nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani menuturkan, tingginya biaya logistik menjadi salah satu faktor yang melemahkan daya saing produk lokal kurang di pasar internasional.

Saat ini tingkat keterisian barang dari wilayah barat ke timur bisa mencapai 90%. Namun kembalinya kapal lagi dari timur ke barat load factor-nya hanya mencapai 30%.

“Ketimpangan ini yang menyebabkan ongkosnya mahal, biaya logistiknya mahal, tentunya peran INSA sangat dibutuhkan dalam hal ini,” ujar dia saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Rapat Umum Anggota (RUA) INSA Ke-16 Lanjutan di Surabaya, seperti dikutip Sabtu (12/12).

Rosan juga menuturkan, tantangan penurunan biaya logistik ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh INSA. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tengah mengalami penurunan, yakni dari 6% menjadi 4,67%.

Maka dari itu, sambungnya, dibutuhkan kerja sama dari seluruh anggota INSA, pemerintah, dan pihak-pihak lain untuk menurunkan biaya logistik nasional. Penggunaan kapal-kapal berbendera Indonesia juga mesti didorong agar biaya logistik makin murah.

“Mudah-mudahan dengan kerja dari seluruh anggota INSA, kita akan lebih banyak melihat kapal berbendera Indonesia di dalam maupun luar negeri dan bisa menjadi champion (juara) barang dan jasa di negeri sendiri,” ujar dia, seperti dilansir beritasatu.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY