Keuangan Indonesia Cukup Untuk Bangun Infrastruktur

0
382
Ilustrasi: pembangunan underpass. (FOTO ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
Ilustrasi: pembangunan underpass. (FOTO ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta – (suaracargo.com)

Indonesia kini sedang menggenjot pembangunan infrastruktur untuk menarik investasi agar masuk ke Indonesia. Pembangunan ini juga harus dilakukan guna mendukung pertumbuhan industri yang kini melempem akibat terlalu banyak mengimpor bahan baku untuk tujuan ekspor.

Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, Indonesia sebenarnya memiliki cukup banyak uang untuk membangun infrastruktur. Namun hal tersebut terhambat pada pelaksanaan pembangunan itu sendiri.

“Saya tak lihat masalah keuangan, tapi saya melihat ada pada masalah pelaksanaannya. Jadi ini yang saya pikir supaya kita meng-hired (mempekerjakan) konsultan-konsultan asing untuk mengawasi pembangunan itu,” kata Sofjan, dalam acara Dialog Investasi Nasional, di Hotel Ritz Carlton, Jalan DR Ide Anak Agung Gde Agung, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015).

Karena telah menghemat banyak anggaran melalui beberapa kebijakan seperti pemotongan anggaran perjalanan dinas kementerian dan pegawai negeri sipil (PNS), ungkap Sofjan, Indonesia memiliki cadangan keuangan yang cukup banyak. “Kita bisa men-double keuangan kita untuk kepentingan kita juga dengan penghematan dan segala macam kita bisa mendapat Rp300 triliun. Hal inilah yang sebenarnya bisa menggerakkan pembangunan kita,” ujar dia, sebagaimana dilansir metrotvnews.com.

Selain itu, tambah Sofjan, anggaran keuangan untuk pembangunan juga bisa didapatkan dari pinjaman luar negeri. World Bank dan Jepang, sebut Sofjan, telah bersedia menyediakan dana pinjaman untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Menurut dia, kesediaan lembaga keuangan internasional dan negara sahabat ini disebabkan oleh keseriusan Indonesia menangani pembangunan infrastruktur. Apalagi, Indonesia merupakan pasar yang potensial, sehingga pinjaman dana bantuan untuk pembangunan dari luar negeri pun mengalir lancar.

“Pinjaman dari luar negeri untuk pembangunan kita itu semua dikasih. Prioritas kita dalam membangun kelistrikan, pelabuhan, jalan tol, airport baru juga kereta api didukung oleh luar. World Bank menawarkan pinjaman USD12 miliar. Jepang juga siap memberi soft loans (pinjaman lunak) pada kita. Sekarang tinggal pelaksanaannya saja, soal uang sudah ada,” pungkas Sofjan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here