Kinerja Pelabuhan Peti Kemas Kawasan Industri Kariangau (KIK) Menurun di Tahun 2015

0
146
Seorang warga berjalan menuju kapal yang akan segera berlayar di dermaga Pelabuhan Feri Kariangau Balikpapan, Kamis (4/12/2014)

Balikpapan – (suaracargo.com)

Kinerja Pelabuhan Peti Kemas Kawasan Industri Kariangau (KIK) sepanjang 2015 ini menurun, akibat dampak lemahnya ekonomi secara global.

Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Anharudin Siregar ungkapkan tahun ini pertumbuhan rata rata bergerak lambat, hanya 8-10 persen. Jauh lebih rendah dibanding kuantitas pelabuhan ditahun-tahun sebelumnya yang mencapai 15-18 persen, dengan pendapatan rata-rata 200 ribu TEUs. Pergerakan barang ekspor impor di kawasan ini jauh melampaui target dan kapasitas lahan 250 TEus, baik kontainer ukuran 20 feet dan 40 feet.

“Tahun ini peti kemas 8 sampai 10 persen turun. Ada impor banyak ekspor turun. Domestik proyek yg terbanyak. Turun sedikit berangkat kadang sedikit, kadang kosong,” ujarnya, seperti dilansir idcfm.net

Guna tekan angka kerugian, PT KKT melakukan penghematan diberbagai segmen, salahsatunya menunda pemeliharaan alat yang tidak berproduksi. Ia juga tegaskantidak melakukan PHK karyawan akibat krisis ekonomi global ini.

Anharudin memperkirakan lambatnya pergerakan ekonomi hanya terjadi ditahun ini. Tahun 2016 ia optimis kuantitas pelabuhan peti kemas kariangau akan pulih, mencapai 12 persen. Target ini melampaui target pemerintah secara nasional 8 persen. Keoptimisan ini berangkat dari banyaknya proyek di kaltim yang bahan bangunannya masuk melalui KIK dan ditambah lagi sejumlah mega proyek strategis yang ada di sana.

Untuk mengoptimalkan kinerja, pada tahun 2016 mendatang, pihaknya akan tambah 1 unit crain dan memperluas lapangan penumpukan seluas 2 ha sehingga kapasitas lapangan tersebut mencapai 300 ribu TEUs. Ditargetkan, terminal yang beroperasi sejak tahun 2012 ini, juga dapat menerima kapal-kapal kelas internasional.

“Meski pelabuhan ini sudah taraf internasional, saat ini kami darisurabaya dan jakarta. Prinsip kita kedepan juga bisa masuk kapal internasional. Sudah ada yang mengajukan itu,” kata Anharudin.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY