KKP: UU Kelautan Dapat Dorong Percepat Laju Investasi

0
262
ILUSTRASI - John Kerry saat mengadakan pertemuan dengan Sharif C. Sutardjo. (Foto: Chenomics)
ILUSTRASI – John Kerry saat mengadakan pertemuan dengan Sharif C. Sutardjo. (Foto: Chenomics)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merasa optimis Undang Undang (UU) Kelautan yang baru disahkan beberapa waktu lalu dapat mendorong percepatan realisasi investasi di sektor kelautan dan perikanan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, menyampaikan bahwa UU ini diyakini dapat menarik minat kalangan investor, karena telah menyederhanakan berbagai regulasi dalam hal pengelolaan laut.

“Dengan disahkannya UU Kelautan, diharapkan menarik kalangan investor untuk berinvestasi di sektor kelautan. Karena, bagi pemerintah, kehadiran investor sangat penting, mengingat pemerintah memiliki keterbatasan anggaran dalam mengoptimalkan potensi kelautan. Begitu juga kepada kalangan perbankan, saya berharap agar tidak usah ragu-ragu untuk membiayai usaha atau investasi sektor kelautan,” ungkap Sharif, seperti diberitakan laman resmi KKP yang dilansir jurnalmaritim.com.

Di sisi lain, lanjut Sharif, UU baru ini memuat penegasan Indonesia sebagai Negara Kepulauan dan perairan yurisdiksi serta kontinen. Indonesia bisa memanfaatkan kawasan laut lepas serta dasar laut internasional, serta menambah peran di laut lepas dan laut internasional. “UU kelautan mengakomodasi isu strategis penetapan zona tambahan, pengembangan pengelolaan sumberdaya laut, serta aturan investasi kerja sama internasional secara bilateral maupun multilateral,” katanya.

Perlu diketahui, lanjut Sharif, Indonesia menjadi satu dari sedikit negara di dunia, serta pertama di Asia yang memiliki UU Kelautan. Selain Indonesia, Kanada tercatat juga memiliki UU Kelautan. Laut ditempatkan sebagai subyek penting dalam kerangka pembangunan nasional. Kebanyakan negara menjadikan laut sebagai medium, atau bahkan hanya sebagai obyek.

“UU ini yang hanya diberlakukan di dua negara. Ini memayungi UU yang ada dan berkaitan dengan 14 kementerian lembaga terkait. Sangat penting mengurus tatakelola laut dan memberi kepastian hukum pada investor,” kata Sharif.

Sumberdaya kelautan di wilayah perairan Indonesia memiliki tingkat keragaman hayati (bio-diversity) sangat tinggi dan bahkan laut Indonesia dikenal sebagai wilayah Marine Mega Biodiversity terbesar di dunia. Terdapat 8.500 species ikan, 555 species rumput laut, dan 950 spesies biota terumbu karang.

Potensi sumberdaya perikanan tangkap laut Indonesia mencapai 6,5 juta ton per tahun. Di samping itu, potensi perikanan budidaya payau mencapai 2,96 juta hektar dan potensi budidaya laut yang mencapai luasan 12,55 juta hektar. Begitu juga untuk ketahanan energi, Indonesia yang memiliki luas lautan mencapai 5,8 juta km2 atau sekitar duapertiga dari seluruh wilayah, memiliki potensi migas sangat besar, yaitu dari 60 cekungan migas Indonesia sekitar 70 persen berada di laut. Cadangan minyak bumi 9,1 miliar barel berlokasi di laut.

Bahkan laut memiliki potensi luar biasa sebagai sumber energi terbarukan, yaitu energi gelombang (wave power), energi pasang surut (tidal power), energi arus laut (current power), dan energi panas laut (ocean thermal energy conversion; OTEC).

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY