KM Trigas Kembali Karena Kelebihan Muatan

0
365
Kapal Perintis KM Trigas (biru-hijau) terpaksa berbalik haluan kembali ke pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Jumat (18/3/2016) pagi. tribunnews batam/Thom Limahekin

Tanjungpinang – (suaracargo.com)

Kapal Perintis KM Trigas terpaksa berbalik haluan kembali ke pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang pada hari Jumat (18/3/2016) pagi. Kapal yang hendak berlayar ke Anambas dan pulau terluar lainnya itu tidak bisa melanjutkan pelayaran karena beban yang dibawa melebihi daya angkut.

“Kapal Trigas berbalik arah. Karena beban yang dimuatnya melebihi daya angkutnya,” ungkap Rian, seorang pekerja di pelabuhan Sri Bintan Pura.

Keputusan kapten KM Trigas untuk memutar haluan kapalnya kembali ke Tanjungpinang itu dibenarkan oleh Sutoyo, Kepala Pos Pelabuhan Domestik
Sri Bintan Pura untuk penyeberangan antarpulau.

Kepada Tribun Batam, dia mengatakan bahwa KM Trigas memang kembali lagi karena tidak seimbang saat sedang berlayar.

“Memang benar, kapal Trigas kembali lagi karena tidak ‘balance’ saat berlayar,” ungkap Sutoyo.

Menurut Sutoyo, sebelum diberangkatkan, barang-barang yang hendak dibawa ke pulau-pulau terluar sudah dimasukkan ke dalam kapal tersebut. Setelah semua barang dimuat baru para penumpang disuruh naik ke atas kapal. Pada saat itulah kondisi kapal diketahui tidak seimbang.

“Petugas kami memang ikut di dalam kapal. Biasanya setelah beberapa lama ikut berlayar baru petugas kami dijemput dengan speedboat,” aku Sutoyo.

“Hari ini kapal sudah berlayar sampai ke pulau Sore. Karena petugas kami yang ikut di dalam kapal itu tahu bahwa kapal tidak seimbang maka dia suruh kapten kapal untuk putar haluan kembali ke Tanjungpinang. Kami selalu mengutamakan keselamatan,” tambah Sutoyo lagi.

Setelah kapal tiba di perairan Tanjungpinang, di depan pelabuhan Sri Bintan Pura, terlibat beberapa anak buah kapal menurunkan sebagian barang.
Barang-barang tersebut dikaluarkan dari kapal sampai kondisi kapal benar-benar seimbang.

“Penumbang kali ini cukup banyak. Jadi sebagian barang diturunkan sampai kapal seimbang. Setelah itu baru kapal diizinkan berlayar lagi,” tegas Sutoyo.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here