Koarmbar TNI AL Ungkap Penyelundupan Kendaraan Mewah di Bekasi

    0
    41

    Bekasi – (suaracargo.com)

    Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) TNI Angkatan Laut (AL) mengungkap adanya penyelundupan kendaraan mewah ilegal berupa 18 sepeda motor besar (moge), 1 unit mobil Porsche dengan nomor pelat D 1548 RC dari Kapal Roro KM Fajar Bahari V di Dermaga Marunda Center, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (12/4).

    Panglima Koarmabar, Laksda TNI Yudho Margono mengatakan pihaknya mendeteksi kapal tersebut pada Rabu (11/4) pukul 15.00 WIB karena tidak memiliki manifes.

    “Sempat ada penolakan dari pihak kapal, setelah kami paksa baru ditemukan barang-barang tidak memiliki manifes. Pelabuhan ini tidak tercatat di Bea Cukai, seharusnya kalau mau sandar di Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Yudho, Kamis (12/4) siang di Dermaga Marunda Center.

    Ia menyebutkan kemungkinan besar barang-barang dari dermaga di Pontianak itu berasal dari Malaysia dan sedikitnya telah delapan kali melakukan pengiriman barang dengan modus yang sama.

    “Potensi kerugian pemasukan negara dari pajak masih kita selidiki bersama pihak Bea Cukai. Banyak potensi penyelundupan melalu jalur resmi kemudian sandar di pelabuhan yang tidak memiliki petugas Bea Cukai,” tambahnya, seperti dilansir beritasatu.com.

    Ia menyebutkan kendaraan tersebut memiliki pelat nomor yang diduga palsu dan tidak terdaftar di kepolisian atau bodong.

    “Jadi modusnya para penyelundup sekarang mereka menyasar pelabuhan resmi namun saat sandar di Jawa mereka memilih pelabuhan Marunda Center yang tidak memiliki petugas Bea Cukai,” tegas Yudho.

    Pihaknya sudah melakukan penyisiran terhadap kapal dan 42 truk di dalam kapal baik menggunakan metode sinar x dan pasukan satwa K9 namun tidak menemukan barang-barang narkoba yang dilarang.

    “Pemiliknya belum datang, nanti barang bukti akan dibawa ke Lantamal III,” tandasnya.

    Kakanwil Bea Cukai Jakarta Oentarto Wibow, menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan penelitian terhadap Marunda Center yang disebutkannya tidak termasuk pengawasan Bea Cukai.

    “Ini wewenangnya di bawah Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta Marunda, paling dekat bea cukai ada di KBN Marunda sekitar beberapa kilometer dari Marunda Center,” kata Wibowo.

    Dikatakannya, dari alur prosedur karena dermaga tersebut bukan dermaga internasional dalam arti hanya antarpulau, maka secara aturan tidak diperlukan ada pihak Bea Cukai di sini.

    “Tidak masuk pengawasan karena bukan pelabuhan internasional, ada beberapa kali pengiriman barang ke pelabuhan ini yang sudah kesekian kali. Modusnya penggelapan menghindari pajak bea impor atau ketentuan perdagangan dalam negeri,” kata Wibowo lagi.

    Staf Kantor KSOP Marunda, Jurema Dongoran menyebutkan secara peraturan surat-surat perjalanan kapal sudah memenuhi persyaratan.

    “Namun jika muatannya ternyata tidak sesuai manifes atau dia sempat sandar di pelabuhan lain kita tidak sedetail itu memeriksanya,” kata Jurema.

    Sempat terjadi cekcok mulut antara Dantim Intel Lantamal III TNI AL dengan petugas keamanan internal kawasan Marunda Center saat membawa awak media menembus lapisan pengamanan yang berlapis.

    Suleman (56), operator forklift menyebutkan peraturan di Marunda Center memang jauh lebih ketat dibandingkan Pelabuhan Tanjung Priok.

    “Malahan ada ABK kapal yang resmi mau makan keluar enggak boleh. Di sini peraturannya lebih ribet. Malah bikin bingung kita. Kalau orang luar beli pass dulu di pos, Rp 5.000 itu juga sudah buat masuk,” kata Suleman.

    Sumber: Suara Pembaruan

    Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here