Komisi II DPRD Paser Pertanyakan Pemindahan Pelabuhan

0
281
Dermaga Senaken (http://pipp.djpt.kkp.go.id/profilpelabuhan/informasi/3443/fasilitas-pokok)
Dermaga Senaken (http://pipp.djpt.kkp.go.id/profilpelabuhan/informasi/3443/fasilitas-pokok)

Paser – (suaracargo.com)

Pada pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA)-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan (APBD-P) 2015, Dinas Perhubungan (Dishub) Paser mengajukan beberapa usulan. Di antaranya melanjutkan proyek bandara, pembangunan pelabuhan, pengerukan Sungai Kandilo, dan menyewa advokat terkait jaminan pelaksanaan proyek bandara.

Dari beberapa usulan tersebut, anggota Komisi II DPRD Paser Amiruddin menegaskan, proyek bandara sudah masuk ranah hukum dan disidik Polda Kaltim. Dewan kata dia, menyerahkan sepenuhnya proses tersebut ke penegak hukum. Meski demikian, dia tetap mendukung kelanjutan proyek bandara.

“Saya juga ingin menanyakan, kenapa pemindahan Terminal Tepian Batang ke Km 7 tidak dikomunikasikan ke DPRD? Padahal kami punya gambaran. Mestinya cari tanah dulu atau dibebaskan, supaya tidak bersifat sementara,” ujar Amiruddin, pada pertemuan yang berlangsung Selasa (25/8), di ruang Bapekat, DPRD Paser.

Politikus yang telah menjabat tiga periode di DPRD Paser tersebut juga mempertanyakan pengelolaan Terminal Senaken. Menurutnya, lahan tak mendukung dan banyak sopir angkutan kota yang enggan masuk.

Selain itu, dia juga menyoroti pelabuhan yang lama tidak difungsikan. Dana anggaran yang disetujui DPRD pun terbengkalai dan fasilitas yang dibangun tak bisa dimanfaatkan.

“Mau diapakan pelabuhan di Senaken itu? Mengapa tidak bisa dimaksimalkan? Padahal banyak kapal dari berbagai daerah yang harusnya bisa singgah untuk mendistribusikan hasil perikanan ke Pasar Senaken,” tegasnya, seperti dilansir kaltimpos.co.id

Sementara itu, Sekretaris Dishub Paser Inayatullah mengatakan, pemindahan terminal dengan pertimbangan sering sepi penumpang. “Kebanyakan penumpang lebih memilih menunggu di luar. Akibatnya, sopir angkutan kota tidak mau mangkal di terminal dan tidak membayar retribusi,” jelasnya.

Menurutnya, lokasi di Km 7 cukup strategis karena berada di pinggir jalan. Mengenai nasib Terminal Tepian Batang, Dishub sudah menyerahkan ke pemkab untuk pengelolaan selanjutnya.

Terkait pelabuhan di Senaken, dia membenarkan tidak berfungsi maksimal. Itu akibat alur sungai di muara Sungai Kandilo yang dangkal, sehingga kapal-kapal besar tidak bisa masuk dan memilih berlabuh di Pondong.

“Itulah sebabnya kami mengusulkan pengerukan Sungai Kandilo, agar kapal-kapal besar bisa masuk ke dermaga di Senaken dan memudahkan bongkar muat barang,” ujar Inayatullah.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY