Komisi II Minta Pelabuhan Ilegal di Pekanbaru Ditutup

    0
    406
    Kantor Pegawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Pekanbaru bersama pihak terkait melakukan pemusnahan terhadap barang yang melanggar kepabeanan dan cukai di kawasan Komplek Batalyon 462 Paskhas TNI AU, Pekanbaru, Kamis (4/8/2016). (TribunPekanbaru/Theo Rizky)

    Pekanbaru – (suaracargo.com)

    DPRD Kota Pekanbaru tidak menampik bahwa hingga kini masih banyak barang ilegal yang beredar di Kota Bertuah ini. Peredaran barang-barang ini disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, lemahnya pengawasan instansi terkait. Selain itu, masih beroperasinya pelabuhan tikus juga menjadi faktor beredarnya barang-barang ilegal tersebut.

    banner-csm-atas
    Kondisi ini diperkuat lagi dengan adanya penangkapan dan pemusnahan barang bukti hasil sitaan barang ilegal yang dilakukan Bea Cukai Pekanbaru pekan lalu. Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru t Azwendi Fajri SE, Rabu (10/8/2016) meminta agar aparat terkait seperti Bea Cukai tetap berkomitmen memberangus peredaran ini.

    Satu hal penting yang perlu dilakukan adalah menutup pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di kota tersebut. Apalagi, Bea Cukai sendiri sudah dipastikan tahu titik-titik pelabuhan tikus tersebut. Namun sampai sekarang, kenapa pelabuhan-pelabuhan itu masih saja beroperasi, meski hanya di jam-jam tertentu. Kondisi ini tentunya berpengaruh pada peredaran barang di pasaran kota Pekanbaru. Finalnya, pendapatan asli daerah (PAD) di sana akan rendah.

    “Tidak menjadi rahasia lagi, di sepanjang bantaran Sungai Siak banyak pelabuhan tikus. Itu sudah berlangsung sangat lama. Tapi kenapa tidak diberantas. Kalau diberantas, kita pastikan PAD kota ini akan meningkat dari sektor barang yang masuk,” tegas Azwendi kepada Tribunpekanbaru.com.

    Dia mengaku, permasalahan pelabuhan tikus ini adalah masalah bersama. Pengawasan pun tentunya harus disinergikan dengan pihak dan instansi terkait. Sesuai kebijakan Presiden Jokowi, keberadaan pelabuhan tikus ini sudah seharusnya ditertibkan dan bahkan ditutup.

    Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here